Ahad , 22 Oktober 2017, 15:45 WIB

LKM Syariah Dinilai Bisa Bersaing dengan Perbankan

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Dwi Murdaningsih
Republika/Fuji Pratiwi
Petugas Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) KHAS Kempek di lingkungan Pesantren KHAS Kempek, Cirebon, tengah melayani nasabah pembiayaan usai lembaga ini diresmikan oleh Presiden Joko Widodo dan OJK pada Jumat (20/10).
Petugas Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) KHAS Kempek di lingkungan Pesantren KHAS Kempek, Cirebon, tengah melayani nasabah pembiayaan usai lembaga ini diresmikan oleh Presiden Joko Widodo dan OJK pada Jumat (20/10).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Lembaga Keuangan Mikro (LKM) Syariah dinilai berpotensi besar untuk berkembang. Hal itu mengingat potensi pasar di pembiayaan mikro dan super mikro juga masih sangat besar.

Ekonom Syariah SEBI School of Islamic Economics Aziz Setiawan menjelaskan, LKM bisa pula bersaing dengan perbankan. Misalnya dengan menyalurkan pembiayaan di bawah Rp 5 juta ke nasabah super mikro. "Sedikit perbankan yang bisa masuk ke segmen itu karena membutuhkan SDM (Sumber Daya Manusia) yang banyak dan lebih ritel," ujar Aziz kepada Republika, Ahad, (22/10).

Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pun baru saja mengeluarkan izin operasi 10 Lembaga Keuangan Mikro (LKM) syariah. Kesepuluh LKM itu berada di lingkungan Pondok Pesantren di Cirebon, Banten, Klaten, dan lainnya.

Dia menuturkan, keunggulan LKM Syariah terletak pada kedekatan berbasis komunitas serta pemahaman kondisi sosial ekonomi yang lebih baik sekaligus kepercayaan sosial yang sudah terbentuk. Beberapa LKM Syariah, menurutnya, sudah menunjukkan kesuksesan seperti BMT Sidogiri dengan basis pesantrennya dan BMT Bringharjo dengan basis pedagang pasarnya.

Maka, kata dia, setidaknya ada empat hal yang perlu dipenuhi LKM Syariah agar bisa sustain dan bersaing dengan bank maupun lembaga keuangan lainnya. "Pertama, modal, pendanaan, dan skala ekonomi yang cukup. Permodalan dan pendanaan cukup diharapkan membuat LKM Syariah tersebut membiayai tenaga kerja serta operasionalnya secara memadai, kompetitif, sehingga bisa mengembangkan kapasitas usahanya," kata Aziz.

Kedua, lanjutnya, diperlukan SDM profesional juga kompetitif. Pasalnya, tantangan biasanya datang karena gaji dan karirnya kurang berkembang bila di LKM Syariah, sehingga kebanyakan memilih pindah ke lembaga lain.

"Ketiga, governance atau tata kelola baik dan IT update juga diperlukan. Hal ini untuk memastikan layanan LKM Syariah berjalan baik serta memberikan jaminan manajemen dan pengelolaan profesional sehingga dapat kompetitif dengan pesain lain," kata Aziz.

Terakhir, kata dia, akuntabilitas juga kepercayaan sosial yang kuat pun dibutuhkan. Baginya, itu penting sebab keberlanjutan bisnis LKM Syariah sangat ditentukan oleh dukungan komunitas sosialnya.