Kamis , 12 October 2017, 17:08 WIB

BNI Syariah Segera Dapat Suntikan Modal Rp 1 Triliun

Rep: Binti Sholikah/ Red: Nidia Zuraya
Republika/Yasin Habibi
Warga akan melakukan transaksi keuangan di mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) BNI Syariah, Jakarta, Ahad (8/10).
Warga akan melakukan transaksi keuangan di mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) BNI Syariah, Jakarta, Ahad (8/10).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- BNI Syariah segera mendapatkan suntikan modal dari perusahaan induknya, Bank BNI, senilai Rp 1 triliun. Penambahan modal tersebut akan digunakan untuk ekspansi perusahaan.

Plt Direktur Bisnis BNI Syariah, Dhias Widhiyati, memperkirakan suntikan modal dari induk sekitar Rp 500 miliar sampai Rp 1 triliun. Rencananya, suntikan modal tersebut akan digunakan untuk ekspansi aktiva produktif kurang lebih 70 persen. 

Sedangkan sisanya 30 persen untuk persiapan BNI Syariah menjadi Digitalize Transaction Banking. Sebab, BNI Syariah tidak ingin ketinggalan perkembangan teknologi digital.

"Mungkin 30 persen kami siapkan kesana, bagaimana menyiapkan BNI Ssmyariah secara infrastruktur capitalnya mampu untuk memfasilitasi transaksi nasabah secara digital," kata Dhias di Jakarta, Selasa (10/10).

Namun, Dhias belum bisa memastikan suntikan modal kapan diberikan. "Belum. Sedang nunggu approval pemegang saham," ujarnya.

Secara terpisah, Direktur Keuangan BNI, Rico Budidarmo, mengatakan BNI tengah berkonsentrasi untuk melakukan penambahan modal di BNI Syariah senilai Rp 1 triliun. "Penambahan modal Rp 1 triliun, insyaAllah tahun ini. Mudah-mudahan," kata Rico di Kantor Pusat BNI, Jakarta, Kamis (12/10).

Selain fokus pada anak usaha syariah, Rico menyebut BNI tengah melakukan kajian akuisisi perusahaan aset manajemen. Dana yang disiapkan untuk mengembangkan perusahaan aset manajemen sekitar Rp 300 miliar sampai Rp 500 miliar. "Bisa macam-macam intinya kami akan mengembangkan aset manajemen," ucap Rico.

Berita Terkait