Rabu , 11 October 2017, 05:13 WIB

10 Sektor Ini Harus Didorong Kembangkan Industri Halal

Rep: Muhyiddin/ Red: Budi Raharjo
Republika/ Yasin Habibi
Logo halal Majelis Ulama Indonesia (MUI) terpampang dipintu masuk salah satu restoran cepat saji di Jakarta, Ahad (16/10).
Logo halal Majelis Ulama Indonesia (MUI) terpampang dipintu masuk salah satu restoran cepat saji di Jakarta, Ahad (16/10).

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Kepala Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia, Muhammad Anwar Bashori mengatakan, sepuluh sektor yang ada di Indonesia harus didorong dan dirangsang untuk mengembangkan industri halal. Kesepuluh sektor halal itu yaitu makanan, pariwisata, fashion, kosmetik, pendidikan, finansial, farmasi, media dan rekreasional, layanan kesehatan dan kebugaran serta seni dan budaya.

"Jadi halal itu bukan habya mengenai fatwa tertentu tapi merupakan bagian daripada kegiatan aktivitas bisnis usaha. Jadi ada sepuluh usaha," ujarnya usai menjadi pembicara dalam konferensi pers kegiatan The 2nd Indonesia International Halal Lifestyle Expo and Conference (INHALEC) di Jakarta, Selasa (10/10).

Menurut dia, jika kesepuluh usaha tersebut diberdayakan maka Indonesia akan menjadi negara paling maju, khususnya terkait industri halal. Karena, menurut dia, Indonesia memiliki penduduk muslim terbesar di dunia, yaitu sekitar 204 juta.

"Berarti kan dari sisi demand makanannya kan pasti nanti makanan halal, kemudian fashionnya juga halal," ucapnya.

Karena itu, ia juga berharap Indonesia tidak hanya menjadi pasar yang besar tapi juga harus memberdayakan masyarakatnya melalui industri halal. Namun, menurut dia, sepuluh sektor halal tersebut harus dirangsang terlebih dahulu mulai saat ini, termasuk melalui kegiatan Halal Lifestyle Expo..

"Ini mesti didiskusikan, didorong, dirangsang bahwa halal industri itu bukan sesuatu hal yang murni karena di global sudah seperti itu," katanya.

Ia menuturkan, sejumlah negara yang berpenduduk mayoritas non Muslim saja kini tengah mengencarkan industri halal. Menurut dia, Indonesia juga harus masuk dalam jaringan global tersebut. "Jadi kita harapannya bisa memerankan diri sebagai player dan sebagai big market. Jadi bukan hanya sebagai pasar besar saja," jelasnya.

"Jadi mengangkat ekonomi syariah bukan hanya keuangan syariah. Karena kalau hanya bicara keuangan syariah itu tidak jalan," imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, Indonesia Halal Lifestyle Center akan kembali menggelar The 2nd Indonesia International Halal Lifestyle Expo and Conference (INHALEC) pada 19-21 Oktober 2017 di Balai Kartini, Jakarta. Kegiatan yang kedua kalinya ini didukung oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI), Masyarakat Ekonomi Syariah, Kementerian Perindustrian, Kementerian Pariwisata, dan Kementerian Koperasi dan UKM.

Berita Terkait