Sabtu , 07 October 2017, 10:51 WIB

BI Gelar Festival Ekonomi Syariah di Medan

Red: Satria K Yudha
Republika/Wihdan Hidayat
Bank Indonesia
Bank Indonesia

REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN -- Bank Indonesia menggelar Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) 2017, di Medan, Jumat (6/10). Pembukaan Fesyar dilakukan oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia, Sugeng, dengan mengangkat tema Membangun Ekonomi Syariah Berlandaskan Konektivitas Regional. 

Kegiatan Fesyar yang akan berlangsung selama tiga hari di Medan merupakan bagian dari rangkaian acara menuju Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2017 yang akan diselenggarakan di Surabaya.

Berdasarkan siaran pers yang diterima Republika, Sabtu (7/10) penyelenggaraan Fesyar merupakan salah satu sarana untuk menampilkan, mempromosikan produk maupun kegiatan terkait ekonomi syariah secara terstuktur di seluruh wilayah Indonesia. Sebelumnya, Bank Indonesia telah menyelenggarakan kegiatan Fesyar di kota Makassar untuk wilayah kerja Indonesia Timur dan di kota Bandung untuk wilayah regional Jawa.

Ekonomi dan keuangan syariah mempunyai konsep inklusif dan berdimensi universal melibatkan seluruh lapisan masyarakat dalam memperkuat ekonomi daerah serta nasional yang berkualitas dan berdaya tahan. Untuk dapat memperkuat ekonomi dan keuangan syariah, Bank Indonesia telah merumuskan tiga pilar yang menjadi strategi utama pengembangan ekonomi dan keuangan syariah yaitu Pemberdayaan Ekonomi Syariah, Pendalaman Pasar Keuangan Syariah, dan Penguatan Riset, Asesmen dan Edukasi termasuk sosialisasi dan komunikasi.

Ketiga pilar strategi utama tersebut secara terintegrasi akan didukung oleh kebijakan ekonomi dan keuangan syariah internasional maupun daerah, ketersediaan dan kesiapan sumber daya insani. Selain itu, mencakup pengembangan data dan informasi termasuk pengembangan FinTech syariah serta koordinasi dan kerjasama untuk memastikan implementasi yang berkelanjutan.

Fesyar yang diselenggarakan dan diisi dengan berbagai program edukasi dan sosialisasi merupakan wujud nyata Bank Indonesia beserta para pemangku kepentingan terkait dalam mendukung pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Melalui langkah tersebut, perannya dalam mendorong ekonomi dan mendukung pertumbuhan dan ketahanan perekonomian daerah dan nasional diharapkan semakin meningkat.

Pada kesempatan pembukaan Fesyar juga dilakukan penandatangan nota kesepahaman antara Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara dengan Lembaga Pengkajian Pangan Obat-Obatan dan Kosmetika (LPPOM) MUI dan Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) Provinsi Sumatera Utara. Kerja sama itu untuk mendorong pemanfaatan sertifikasi halal bagi UMKM dan akselerasi literasi keuangan syariah kepada masyarakat melalui perbankan syariah.

 

TAG

Berita Terkait