Sabtu , 04 September 2010, 02:27 WIB

BNI SYariah Genjot Pembiayaan untuk Tingkatkan FDR

Rep: Yogie Respati/ Red: Budi Raharjo
BNI Syariah
BNI Syariah

REPUBLIKA.CO.ID,SURABAYA--BNI Syariah akan lebih ekspansif dalam menyalurkan pembiayaan. Rasio pembiayaan terhadap dana pihak ketiga (financing to deposit ratio/FDR) yang sebesar 73,52 persen pada semester I 2010 pun akan ditingkatkan dengan melakukan ekspansi pembiayaan, terutama ke ritel.

Direktur Utama BNI Syariah, Rizqullah, mengatakan FDR BNI Syariah kini relatif lebih rendah dari bank syariah pada umumnya yang berada di atas 80 persen. ''DPK BNI Syariah lebih banyak karena ada tambahan modal dari pemegang saham Rp 1 triliun jadi butuh waktu untuk menyalurkan pembiayaan. Mudah-mudahan FDR bisa menjadi lebih baik setidaknya 80 persen pada akhir tahun ini,” katanya usai bazaar sembako murah BNI Syariah di Masjid At Taqwa, Surabaya, Jumat (3/9).

Untuk pembiayaan BNI Syariah akan tetap fokus ke ritel yang menjadi andalannya. Rizqullah menjelaskan sarana dan prasarana yang dibangun BNI Syariah saat ini pun dibangun untuk mengembangkan ritel. ''Selain potensi ritel masih besar karena berjumlah banyak, pembagian risiko di ritel juga lebih tersebar dibanding korporasi yang risikonya lebih tinggi,'' ujarnya.

Sampai akhir 2010 BNI Syariah membidik pembiayaan ritel Rp 3,5 triliun dari target total pembiayaan Rp 4,2 triliun. Per Juni pembiayaan tercatat Rp 3,13 triliun, dimana porsi ritel 83,85 persen atau Rp 2,6 triliun.

Berita Terkait