Selasa , 27 July 2010, 02:27 WIB

BMI Gandeng KBIH untuk Perluas Tabungan Haji

Rep: Yogie Respati/ Red: Budi Raharjo
Amin Madani/Republika
Bank Muamalat Indonesia
Bank Muamalat Indonesia

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Bank Muamalat Indonesia (BMI) menggandeng Forum Komunikasi Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) untuk memperluas produk tabungan haji Arafah. Direktur Treasury dan International Banking BMI, Farouk A Alwyni, mengatakan tabungan haji menjadi salah satu kunci indikator penampilan BMI.

''Pada esensinya kami ingin layanan haji yang optimal dan kami melihat banyak potensi yang bisa dikembangkan,'' kata Farouk dalam penandatanganan perjanjian kerja sama layanan perbankan bagi calon jamaah haji dan umrah BMI dengan Forum Kelompok Bimbingan Ibadah Haji di Jakarta, Senin (26/7).

Ia menuturkan, setiap tahun ada lebih dari 200 ribu muslim Indonesia yang menunaikan ibadah haji, ''Animo besar ini tidak akan kami sia-siakan dengan memfasilitasi layanan perbankan prima yang sesuai syariah bagi calon jamaah. Dengan tabungan haji arafah insya Allah naik haji sesuai rencana,'' ujarnya.

Untuk menggenjot pemasarannya BMI telah mengonversi dan melengkapi produk tabungan haji Arafah dengan tabungan haji Arafah Plus dan Reguler. /Funding and Services Division Head BMI, Sulistyowati, menyadari peran penting KBIH karena rata-rata dari jumlah kuota haji sekitar 210 ribu jemaah, 90 persennya melalui KBIH. ''Kami berharap kantor cabang BMI juga menjalin kerja sama dengan KBIH di daerah,'' serunya.

Pada akhir Juni 2010, calon jamaah haji yang menjadi nasabah di BMI sebanyak 62 ribu nasabah. Rata-rata terdapat 2.300 nasabah baru setiap bulan yang mendaftar.