Selasa , 15 Juni 2010, 23:14 WIB

SDM OJK Harus Paham Keuangan Syariah

Rep: Yogie Respati/ Red: Budi Raharjo
Pandega/Republika
Bank Mega Syariah, ilustrasi
Bank Mega Syariah, ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Direktur Utama Bank Mega Syariah, Beny Witjaksono, menilai kehadiran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bagi perbankan syariah tidak akan berpengaruh terlalu banyak. Namun, menurutnya, hal yang harus diperhatikan adalah sumber daya manusia yang berada di OJK setidaknya harus paham mengenai keuangan syariah, sehingga dapat turut mendorong industri nonribawi ini.

Secara ketentuan, Beny menyambut baik RUU OJK tersebut karena regulator sebagai pembuat regulasi pun setidaknya dapat diperiksa pihak lain. ''Tetapi saya pikir OJK tidak akan berpengaruh banyak terhadap bank syariah. Hal harus diperhatikan selama ini regulasi telah disusun baik, tapi dari segi pelaksanaan yang belum kapabel. Pemerintah harusnya disiplin dan tegas saat memberlakukan peraturan, seluruh perangkat dipenuhi,'' jelasnya kepada Republika.

Mengenai sumber daya manusia yang mengisi OJK pun, lanjut Beny, harus siap dengan adanya transisi pengawasan. Menurutnya, selama ini BI telah cukup baik dalam melakukan pengawasan. Oleh karena itu, masa transisi harus dilakukan secara hati-hati. ''SDM yang mengisi OJK mau dari praktisi atau birokrat juga tidak apa-apa, tetapi jangan sampai saat dipindahkan ke OJK jadi tidak siap,'' ucapnya.

SDM tersebut juga hendaknya dapat mencakup seluruh industri keuangan, termasuk keuangan syariah. Sementara Direktur Utama BCA Syariah, Yana Rosiana, menyerahkan segala sesuatunya kepada pemerintah. ''Kita serahkan ke pemerintah saja karena mereka mengetahui yang terbaik,'' ujarnya singkat.

Berita Terkait