Sabtu , 01 Oktober 2016, 02:48 WIB

IIBF Ajar Ribuan Anak Wisata Literasi

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Andi Nur Aminah
Republika/ Yasin Habibi
Siswa dari SD Murul Islam Pondok Kopi Jaktim mengunjungi stand pameran buku di Indonesia International Book Fair (IIBF) 2016 di JCC, Jakarta, Jumat (30/9)
Siswa dari SD Murul Islam Pondok Kopi Jaktim mengunjungi stand pameran buku di Indonesia International Book Fair (IIBF) 2016 di JCC, Jakarta, Jumat (30/9)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indonesia International Book Fair (IIBF) 2016 manjakan pengunjung anak-anak dengan wisata literasi dan lomba tari. Setidaknya lebih dari seribu anak mengikuti wisata literasi. Serta lebih dari 350 anak berpartisipasi dalam lomba tari.

"Lomba tari dan wisata literasi pesertanya dari Paud, TK, SD. Menyenangkannya bagi kami, mereka datang atas nama sekolah," kata Ketua Panitia IIBF 2016 Kuslistyarini di JCC Senayan, Jakarta, Jumat (30/9).

Wanita yang akrab disapa Rini itu menyebut, wisata literasi sangat bermanfaat bagi anak-anak. Sebab, mereka dapat mengenal budaya dan literasi dari Indonesia dan berbagai negara lainnya.

Tema penyelenggaraan IIBF 2016 yakni Art and Culture (Seni dan Budaya). IIBF 2016, ia menjelaskan, mencoba menerjemahkan seni dalam lomba tari daerah. Galeri Seni Indonesia yang mendapat dukungan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menampilkan pertunjukkan kesenian tradisional, gamelan, belajar membatik dan melukis, serta wayang. "Ini yang tentu menurut kami sangat bermanfaat bagi anak-anak," ujar dia.

Rini menyebut, wisata literasi juga melatih keberanian anak-anak berinteraksi dengan warga negara asing, misal Cina, Korea Selatan, Malaysia, Arab Saudi. Rini berujar, IIBF 2016 menggandeng Komisi Pemnerantasan Korupsi (KPK) dalam program wisata literasi. Jadi, ia menjelaskan, wisata literasi juga mengenalkan nilai-nilai antikorupsi ihwal kejujuran dan integritas.

"Karena salah satu agenda utama dari wisata literasi adalah dongeng tentang nilai-nilai antikorupsi atau dongeng dari buku cerita anak yang diterbitkan oleh KPK," tutur Rini.