Jumat , 06 June 2014, 14:00 WIB

Jembatan Muslim dan Non-Muslim

Red:

JAKARTA -- World Islamic Economic Forum (WIFE)  menyampaikan, wakaf merupakan instrumen penting dalam distribusi kekayaan di dunia Islam. Bahkan, wakaf bisa menjadi satu jembatan antara Muslim dan non-Muslim.

Karena praktiknya, baik sebagai pemberi manfaat maupun penerima, bisa dilakukan kaum Muslim dan non-Muslim. Ketua Yayasan WIEF, Tun Musa Hitam, menyatakan, WIEF yakin dunia ekonomi adalah salah satu cara membangun hubungan antara Muslim dan non-Muslim.

"Tak heran WIEF fokus pada isu spesifik seperti keuangan Islam, keuangan mikro, industri halal dan pendidikan, serta kerja sama pemerintah-swasta," kata Tun Musa Hitam pada WIEF-IDB Wakaf Roundtable: Lebih dari sekadar amal, memanfaatkan Wakaf untuk kesejahteraan Ekonomi'' di Jakarta, Kamis (5/6).

Seperti halnya juga wakaf, yang sejak awal digunakan sebagai jembatan si miskin dan si kaya. Sehingga, kesenjangan antara keduanya bisa menyempit.

Selain itu, potensinya sangat luar biasa. Berdasarkan data Islamic Finance News, aset sektor wakaf secara global mencapai 1 triliun dolar AS. Angka inipun diyakini semakin meningkat karena masyarakat mulai peduli dengan wakaf.

Sayangnya ada bermacam tantangan yang harus dihadapi dalam memajukan wakaf. Pertama, tutur dia,  ada bermacam aturan berbeda tiap negara dengan strategi yang bermacam pula. Kedua, tidak ada sentralisasi dalam pengelolaan aset wakaf.

Ketiga, tidak ada aturan yang mengatur manajemen yang tepat untuk pengelolaan aset. Keempat, rendahnya kualifikasi manajemen dan pengelolaan aset, begitu juga kemampuan manajer (nazir) pengelola aset.

Atas dasar itu ia meminta tiap negara untuk mendorong potensi pengelolaan wakaf. ''Sangat penting bagi para pemimpin negara mengeluarkan aturan yang bisa menghasilkan potensi besar wakaf.''

rep:ichsan emrald allamsyah ed: irwan kelana