Sabtu , 13 Mei 2017, 06:52 WIB

Dari Serang Hingga Banten Selatan, Moli Gelar Tur Literasi 312 KM

Red: Irwan Kelana
Dok Moli
Salah satu kegiatan Motor  Literasi.
Salah satu kegiatan Motor Literasi.

REPUBLIKA.CO.ID, BANTEN – Motor Literasi (Moli), komunitas motor dan pegiat literasi di Banten, menggelar tur literasi sejauh 312 km, 13-14 Mei 2017. “Tur literasi 312 km dari Serang menuju kampug adat Cibadak desa Warung Banten (Banten Selatan) adalah perjalanan terjauh yang dilakukan oleh Moli,” kata Presiden Moli Dr Firman Hadiansyah MHum dalam rilis yang diterima Republika.co.id, Sabtu (13/5).

Firman menambahkan, Moli akan mendonasikan 1.500 buku dari KPK dan 500 buku donasi dari masyarakat yang akan disebarkan ke 15 taman bacaan masyarakat (TBM) di Banten Selatan. “Anggota moli yang ikut dalam tur literasi kali ini sejumlah 100 orang yang akan gabung secara bertahap dalam perjalanan,” ujarnya.

Firman menjelaskan, Desa Warung Banten dipilih menjadi destinasi kali ini selain karena akses bahan bacaan terbatas, ini adalah bentuk dukungan pada desa yang sedang membangun gerakan literasi di tempat tersebut. “Selain pemberian sumbangan buku, acara tersebut  akan diisi dengan diskusi literasi, pementasan seni tradisi adat, donasi buku, perlombaan edukasi dan penyuluhan anti korupsi (literasi anti korupsi),” tuturnya.

Anggota moli merupakan komunitas motor dan pegiat literasi di Banten. Program rutin moli adalah Gerilya buku (door to door menemui donatur buku/masyarakat), Lapak Buku (menyediakan bahan bacaan gratis di area publik),  SPD (sorting, packing, distributing), dan tur literasi (membagikan buku ke TBM/perpustakaan desa.

Firman mengemukakan, budaya membaca di Indonesia  bukan hanya persoalan data statistik, tetapi sudah menjadi bencana sosial. “Di sisi lain, kami tidak terlalu percaya bahwa minat membaca di Indonesia rendah, khususnya di Banten. Akses terhadap bahan bacaanlah yang kurang dan tidak merata, terutama disparitas antara Banten Utara dan Banten Selatan. Atas dasar itu, kami membentuk sebuah organisasi bernama Motor Literasi  yang berbentuk gerakan. Motor dijadikan sebagai media kampanye literasi karena mobilitasnya yang cepat dan massif,” paparnya.

Firman menjelaskan, pekerjaan yang dilakukan Moli secara swadaya-partisipatif adalah mengajak keterlibatan masyarakat untuk mendonasikan buku-buku dan menyebarkannya kepada TBM/ Komunitas Literasi yang membutuhkan sehingga akses bacaan menjadi merata.