Kamis , 05 October 2017, 15:57 WIB

Kepala Bappenas Berharap Wakaf Cetak Wirausahawan Muslim

Rep: Ahmad Fikri Noor/ Red: Esthi Maharani
Republika/Rakhmawaty La'lang
Ketua Umum Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) sekaligus Menteri Bappenas, Bambang Brodjonegoro
Ketua Umum Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) sekaligus Menteri Bappenas, Bambang Brodjonegoro

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro berharap, wakaf bisa menjadi lebih produktif dan mampu menambah wirausahawan muslim. Menurut Bambang, wakaf ventura bisa diarahkan untuk mencapai tujuan tersebut.

"Selama ini memang kita lebih kenal wakaf aset. Wakaf tunai itu jumlahnya baru puluhan miliar dan itu jumlah yang kecil sekali. Padahal, potensinya itu bisa besar sekali," ujar Bambang kepada Republika, Rabu (4/10).

Bambang mengaku, saat ini konsep wakaf ventura masih terus dibicarakan. Bambang menjelaskan, secara umum konsep modal ventura sangat dekat dengan keuangan syariah. "Karena bentuknya bukan pinjaman dengan bunga tapi berupa penyertaan modal. Jadi berbagi risiko, berbagi hasil," kata Bambang.

Bambang berharap, ventura syariah bisa membuat wakaf tunai maupun wakaf aset menjadi lebih produktif. Ketua Umum Ikatan Ahli Ekonomi Islam itu menilai, hasil pengelolaan wakaf bisa menambah wirausahawan terutama UKM muslim.

"Mereka kan perlu dana awal dan tidak mudah mendapatkannya dari bank atau lembaga keuangan lain. Wakaf ventura bisa kita arahkan ke sana," ujar Bambang.

Selain itu, kata Bambang, wakaf aset juga perlu diarahkan untuk menjadi lebih produktif. Ia melihat contoh dari beberapa negara Timur Tengah yang sudah banyak mengembangkan wakaf aset. Hal itu kemudian berkembang menjadi rumah sakit atau pusat pertokoan. "Pada akhirnya, wakaf aset itu bisa mengembangkan umat sekitarnya dibandingkan hanya dibiarkan menjadi tanah saja," kata Bambang.

Berita Terkait