Rabu , 29 September 2010, 03:14 WIB

Nigeria Ingin Menjadi Pusat Keuangan Syariah di Afrika

Rep: Yogie Respati/ Red: Budi Raharjo
Ilustrasi
Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID,ABUJA--Sektor keuangan syariah Nigeria didorong untuk terus berkembang. Pemerintah Nigeria berencana menerbitkan sukuk demi mewujudkan tujuan menjadi pusat pembiayaan syariah di benua Afrika.

Kendati pemerintah Nigeria belum menentukan jumlah penerbitan sukuk, namun Gubernur Bank Sentral Nigeria, Lamido Sanusi, optimis negara di Afrika Barat ini akan menjadi pusat keuangan nonribawi. ''Nigeria akan menjadi pusat keuangan syariah pada 2020,'' katanya, seperti dimuat laman Bloomberg, Selasa (28/9).

Pada tahun lalu Nigeria telah menyusun panduan perbankan syariah. Bank sentral telah menurunkan persyaratan modal dasar bagi bank syariah, dari 25 miliar naira menjadi 10 miliar naira. Baru-baru ini Nigeria pun telah mengeluarkan izin bagi bank syariah pertama, yaitu Jaiz International Bank. Sanusi menuturkan, bank tersebut bisa memulai operasinya pada kuartal empat.

Bank sentral Nigeria sendiri memproyeksikan akan terdapat tiga bank syariah pada akhir 2011. ''Dalam beberapa minggu ke depan kami juga akan mengeluarkan panduan yang memperbolehkan bank konvensional membuka unit syariah karena minat masyarakat yang menginginkan produk keuangan syariah cukup tinggi,'' tutur Sanusi.

Nigeria, yang menduduki posisi kedelapan untuk cadangan minyak mentah di antara negara anggota OPEC, memang sedang melakukan diversifikasi ekonomi dengan mengembangkan industri keuangannya. Sanusi menambahkan, pada tahun ini diproyeksikan produk domestik bruto tumbuh 7,78 persen pada 2010 yang akan dimotori oleh industri non minyak, seperti pertanian.