Rabu , 02 Juni 2010, 02:00 WIB

BPRS Babel Fokus Biayai Perdagangan

Rep: Yogie Respati/ Red: Budi Raharjo
BPRS, ilustrasi
BPRS, ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--BPRS Bangka Belitung akan memfokuskan pembiayaan perdagangan. Direktur Utama BPRS Babel, Jumali, mengatakan perdagangan menjadi sektor mayoritas pada penyaluran pembiayaan BPRS di propinsi ini.

Setidaknya, 60 persen pembiayaan disalurkan ke perdagangan atau sekitar Rp 40,8 miliar dari total pembiayaan per Mei yang mencapai Rp 68 miliar. ''Untuk pembiayaan, kita tetap ke usaha kecil dan mikro dengan sektor mayoritas di perdagangan. Penyaluran pembiayaan yang begitu ekspansif dalam mengembangkan usaha mikro dan kecil ini juga mendorong pencapaian laba tahun lalu,'' ungkap Jumali kepada Republika, Selasa (1/6).

Pada 2009, BPRS Babel membukukan laba sebesar Rp 5,1 miliar atau naik 35 persen dari 2008 yang hanya Rp 3,8 miliar. Jumali memaparkan, dari total laba yang diperoleh pada 2009 BPRS membayar zakat sebesar Rp 105 juta dan pajak sebesar Rp 1,4 miliar, sehingga laba bersih BPRS sekitar Rp 3,6 miliar. ''Dari total laba bersih tersebut pemegang saham menyetujui pembayaran dividen sebanyak 71 persen atau Rp 2,6 miliar,'' ujarnya.

Sementara itu, tambahnya, pada RUPS Luar Biasa lalu pemegang saham pun menyetujui tambahan modal disetor Rp 5,7 miliar. Tambahan saham tersebut berasal dari para pemegang saham eksisting Rp 3,7 miliar, dan pemegang saham baru yaitu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belitung sebesar Rp 2 miliar. Dengan tambahan modal tersebut, kini BPRS Babel memiliki modal Rp 21,25 miliar.

Berita Terkait