Kamis , 08 July 2010, 02:51 WIB

Semester I 2010, Aset BSM Capai Rp 26 Triliun

Rep: Yogie Respati/ Red: Siwi Tri Puji B

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Aset Bank Syariah Mandiri (BSM) mencapai Rp 26,45 triliun pada semester pertama 2010. Sementara dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp 23,30 triliun, dan pembiayaan Rp 19,87 triliun. Untuk meningkatkan kinerja bisnis di tahun ini BSM pun kembali mengepakkan sayapnya ke wilayah tengah dan timur Indonesia dengan membuka kantor cabang di Palangka Raya, Kalimantan Tengah.

Direktur BSM, Sugiharto, mengatakan BSM masih mencatatkan pertumbuhan cukup baik. Secara compounded annual growth rate (CAGR), pertumbuhan aset BSM sejak 2000-2009 adalah 49,03 persen, DPK tumbuh 68,46 persen, dan pembiayaan tumbuh 54,69 persen. “Dari sisi market share terhadap industri perbankan syariah, BSM juga merupakan bank syariah dengan market share aset terbesar yaitu 34,62 persen,” kata Sugiharto.

Demi memperluas jaringannya, BSM membuka kantor cabang di Palangka Raya. Sugiharto menjelaskan ekspansi ke wilayah Timur Indonesia dilakukan dalam rangka berpartisipasi pada pembangunan Kawasan Timur Indonesia (KTI) dan memperkenalkan bank syariah dengan layanan universal kepada masyarakat Indonesia. “Syariah yang ingin dikembangkan BSM yaitu syariah universal, dimana nilai syariah yang kebenarannya dapat diterima oleh semua pihak dan membawa kemaslahatan bagi seluruh umat manusia,” jelas Sugiharto.

Total outlet BSM yang telah dimiliki BSM per 5 Juli 2010 mencapai 413 unit, dengan rincian 82 kantor cabang, 156 kantor cabang pembantu, 43 kantor kas, 52 kantor layanan syariah, 51 Payment Poin, 13 Kas Keliling, dan 14 Gerai Online.

Berita Terkait