Kamis , 14 September 2017, 13:03 WIB

UEA-Cina Perkuat Peran Keuangan Syariah dalam OBOR

Rep: Fuji Pratiwi/ Red: Nidia Zuraya
linkedin
Peta one belt one road, obor yang merupakan jalur sutra baru dinisiasi Cina
Peta one belt one road, obor yang merupakan jalur sutra baru dinisiasi Cina

REPUBLIKA.CO.ID, DUBAI -- Uni Emirat Arab (UEA) dan Cina makin serius memperkuat peran keuangan dan ekonomi syariah dalam inisiatif One Belt One Road (OBOR). Pusat Perbankan dan Keuangan Islam Dubai di Hamdan Bin Mohammed SmartUniversity (HBMSU) dan Pusat Pengembangan Ekonomi Islam Dubai (DIEDC) menggelar Konferensi Perbankan dan Keuangan Islam Cina-Uni Emirat Arab (UEA) ke 2.

Acara yang berlangsung selama dua hari di Shenzhen, Cina ini merupakan upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Islam yang komprehensif. Inisiasi ini sejalan dengan tujuan OBOR. Fokus utama konferensi tahun ini adalah keuangan Islam sebagai pembuka jalan insiatif OBOR.

Tajuk ini diharapkan jadi kanal startegis mengeksplorasi kemungkinan integrasi dan penguatan hubungan historis ekonomi Eropa dan Asia yang dihubungkan Jalur Sutera. Dubai berperan penting dengan pengalaman mengembangkan keuangan Islam dalam sistem komprehensif sekaligus jadi kunci perkembangan di level internasional.

Pemimpin HBMSU Mansour Al-Anwar mengatakan,UEA dan Cina tengah mengeksplorasi prospek pengembangangan keuangan Islam seiring makin tumbuhnya sektor ini. Apalagi, aset keuangan Islam saat ini sudah mencapai 2,3 triliun dar AS.

CEO DIEDC Abdulla Mohammed Al-Anwar menyatakan, selain keuangan, ekonomi Islam juga akan berkontribusi dalam kesuksesan agenda OBOR melalui implementasi standar dan regulasi yang memastikan keberlanjutan, mengurangi risiko, dan merealisasikan kesetaraan sosial an pembangunan komprehensif.

''Konsep produksi dan area-area yang terkait dengan itu serta keberlanjutan yang berbasis pada ekonomi Islam kini jadi penting untuk dioptimalkan guna membangun lingkungan global yang sehat,'' kata Al-Anwar seperti dikutip AMEinfo News, Rabu (13/9).

Al-Anwar juga menyebut Dubai bisa jadi refrerensi budaya dan lagislasi serta jadi inkubator global bagi institusi dan perusahaan internasional.