Rabu , 13 September 2017, 20:24 WIB

BSM Kembangkan Usaha Mikro Ibu Rumah Tangga Kabupaten Bogor

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Nur Aini
Republika/Edwin Dwi Putranto
 Nasabah Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Bank Mandiri Syariah Sumairah (kiri) memperlihatkan produknya kepada Pegawai Retail Sales Executive Mandiri Syariah saat meninjau workshopnya di Citeureup Bogor, Jawa Barat, Rabu (13/9).
Nasabah Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Bank Mandiri Syariah Sumairah (kiri) memperlihatkan produknya kepada Pegawai Retail Sales Executive Mandiri Syariah saat meninjau workshopnya di Citeureup Bogor, Jawa Barat, Rabu (13/9).

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Bank Syariah Mandiri (BSM) turut mengembangkan usaha mikro ibu rumah tangga di Kabupaten Bogor lewat penyaluran pembiayaan.

Branch Manager Mandiri Syariah Cabang Citeureup Kabupaten Bogor, Niken Larasati menjelaskan, umumnya nasabah Mandiri Syariah Cabang Citeurep merupakan pelaku usaha mikro di kerajinan kaleng, limbah besi, dan konveksi pakaian. Mandiri Syariah Cabang Citeureup saat ini memiliki jumlah nasabah mikro sebanyak 271 nasabah dengan outstanding senilai Rp 10,9 miliar.

Adapun jumlah nasabah mikro untuk bidang usaha mencapai 124 nasabah atau 45 persen dari total pembiayaan. Dari jumlah itu, ibu rumah tangga produktif yaitu mencapai sebesar 40 persen dari total keseluruhan nasabah.

"Karakter ibu rumah tangga yang lebih disiplin dalam mengatur keuangan," ujar Niken ditemui di Citeureup, Kabupaten Bogor, Rabu (13/9). Oleh karena itu pada umumnya nasabah yang merupakan ibu rumah tangga merupakan nasabah yang lancar membayar angsuran. Selain itu, Mandiri Syariah juga memberikan pendampingan nasabah sebulan sekali untuk mengecek kelancaran angsuran.

Sekretaris Perusahaan Mandiri Syariah Dharmawan P. Hadad menjelaskan, Mandiri Syariah berkomitmen untuk tetap mendukung segmen Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi di sektor riil dan membantu program pemerintah dalam penyerapan tenaga kerja.

Dukungan terhadap pembiayaan pada segmen UMKM sejalan dengan ketentuan PBI No. 17/12/PBI/2015 mengenai Pemberian Kredit atau Pembiayaan oleh Bank Umum dan Bantuan Teknis dalam rangka Pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah di mana portofolio pembiayaan ke segmen UMKM setiap Bank minimal 20 persen. Hingga Agustus 2017, portofolio pembiayaan UMKM Mandiri Syariah mencapai 25,09 persen, atau sekitar Rp 14,5 triliun dari total pembiayaan senilai Rp 57,86 triliun.

Khusus untuk segmen mikro Agustus 2017, Bank Mandiri Syariah menyalurkan pembiayaan senilai Rp 4,22 triliun. Pembiayaan tersebut diberikan kepada sekitar 74 ribu nasabah di seluruh Indonesia. Dengan jangka waktu maksimal empat tahun, kata Dharmawan, UMKM dapat menggunakan pembiayaan untuk modal kerja dan investasi.

"Saat ini kami mempunyai beberapa bidang usaha unggulan seperti usaha bengkel, pedagang pasar, toko kelontong, perdagangan sembako dan rumah makan, kesehatan/paramedis, dan lainnya, " kata Dharmawan.

Namun, menurutnya, perseroan juga akan mendukung bidang usaha lain di luar bidang unggulan tersebut, asalkan usahanya memenuhi ketentuan. Selain pembiayaan, Mandiri Syariah juga rutin memberikan pelatihan dan pendampingan usaha guna meningkatkan kompetensi UMKM.