Jumat , 11 August 2017, 19:08 WIB

BNI Syariah Raih Dua Penghargaan Perbankan

Red: Qommarria Rostanti
Dok Humas BNI Syariah
Kepala Divisi Keuangan BNI Syariah menerima penghargaan dari Majalah Infobank, di Nusa Dua, Bali (10/8).
Kepala Divisi Keuangan BNI Syariah menerima penghargaan dari Majalah Infobank, di Nusa Dua, Bali (10/8).

REPUBLIKA.CO.ID, NUSA DUA -- BNI Syariah kembali meraih dua penghargaan diantaranya dalam acara penganugerahan Inforbank Awards 2017. Kedua penghargaan tersebut yakni sebagai bank syariah berpredikat sangat bagus selama lima tahun berturut-turut kategori aset di atas Rp 25 triliun dan bank syariah berpredikat sangat bagus kategori aset tahun 2016.

Penilaian dilakukan di lebih dari 100 institusi perbankan di Indonesia. Hadir dalam acara ini Kepala Divisi Keuangan BNI Syariah, Wahyu Avianto, dan Sekretaris Perusahaan BNI Syariah, Adjat Djatnika.

Per Juni 2017 aset BNI Syariah telah menembus Rp 30,7 triliun atau naik 19,7 persen dari periode yang sama di tahun sebelumnya. "Kami ucapkan terima kasih atas kepercayaan masyarakat kepada BNI Syariah, di mana pencapaian ini menjadi komitmen bagi kami untuk menjadi Hasanah Banking Partner dan meningkatkan layanan perbankan syariah bagi mitra, nasabah dan masyarakat,"ujar Adjat dalam keterangan tertulis yang diterima Republika.co.id, Jumat (11/8).

Saat ini outlet BNI Syariah mencapai lebih dari 300 kantor cabang dan 1.400 outlet BNI seluruh Indonesia yang dapat melayani transaksi nasabah BNI Syariah seluruh Indonesia. BNI Syariah melewati triwulan II 2017 dengan baik. Laba bersih triwulan II 2017 tercapai sebesar Rp 165 miliar atau naik sebesar 13,0 persen dibandingkan tahun sebelumnya Juni 2016 sebesar Rp 146 miliar.

Dari sisi pertumbuhan aset year on year (yoy) naik sebesar 19,7 persen dari Rp 25,7 triliun pada Juni tahun lalu menjadi sebesar Rp 30,7 triliun. Pertumbuhan aset ini didorong oleh pertumbuhan pada pembiayaan sebesar 18,8 persen dan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 22,1 persen terhadap posisi tahun sebelumnya pada periode yang sama.

Pembiayaan pada Juni 2016 sebesar Rp 18,9 triliun berhasil tumbuh menjadi Rp 22,5 triliun pada Juni tahun ini. Dari total pembiayaan tersebut, sebagian besar merupakan pembiayaan konsumer yaitu 51,9 persen, disusul pembiayaan ritel produktif sebesar 21,7 persen, pembiayaan komersial sebesar 19,3 persen, pembiayaan mikro sebesar 5,6 persen, dan kartu pembiayaan Hasanah Card 1,5 persen. Untuk pembiayaan konsumer, maka sebagian besar portofolio merupakan BNI Griya iB Hasanah sebesar 84,9 persen.