Kamis , 10 August 2017, 19:00 WIB

Rakornas BPRS Asbisindo Soroti Tantangan Era Digitalisasi

Rep: Eric Iskandarsjah/ Red: Yusuf Assidiq
Bank Syariah
Bank Syariah

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR -- Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) kembali menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) yang tahun ini berlangsung di Makassar, Sulawesi Selatan. Rakornas yang dilaksanakan pada 10 hingga 13 Agustus ini merupakan rakornas yang diselenggarakan oleh Kompartemen Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Asbisindo.

Selain rakornas, kegiatan juga diisi dengan seminar nasional. Tema yang diusung dalam seminar dan rakornas adalah ‘Tantangan BPRS di Era Digitalisasi Industri Keuangan’.

Ketua Kompartemen BPRS Asbisindo, Cahyo Kartiko, berharap seminar dan rakornas ini dapat menambah wacana tentang kesiapan industri BPRS terhadap perkembangan teknologi perbankan atau fintech. "Sehingga BPRS tetap dapat eksis, atau bahkan dapat lebih terpacu perkembanganya berkat adanya fintech," kata Cahyo, kepada Republika.co,id, di Makassar, Kamis (10/8).

Selain itu, ia juga berharap agar rakornas ini dapat memunculkan rekomendasi bagi semua pihak yang menopang pertumbuhan dan pengembangan industri BPRS.

Ketua Pengarah Seminar dan Rakornas BPRS, Edi Sunarto, mengatakan perkembangan teknologi yang sangat pesat ini otomatis menjadi tantangan tersendiri bagi industri keuangan. Termasuk BPRS, yang melayani transaksi keuangan mikro secara syariah di Indonesia ini harus mampu beradaptasi dengan adanya kemajuan teknologi.

"Dalam rangka untuk memperluas wawasan sekaligus lengkah antisipatif atas perkembangan fintech, maka tema yang diangkat dalam seminar dan rakornas ini dirasa sangat cocok untuk menjawab tantangan yang ada," kata Edi.

Apalagi, berdasarkan data Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia (APJII) pada November 2015 saja, pengguna internet di Indonesia telah mencapai 88,1 juta atau 34 persen dari total jumlah penduduk. Sedangkan pengguna media sosial sebanyak 79 juta atau 31 persen dari jumlah penduduk.

Bahkan, pengguna ponsel mencatat angka 318,5 juta atau 125 persen dari jumlah penduduk. Menurutnya, hal ini menunjukan bahwa dalam hal jumlah, penetrasi pemanfaatan teknologi digital di Indonesia sangatlah besar. Bahkan, jumlahnya telah melebihi populasi gabungan negara-negara lain di ASEAN.

Kegiatan di Makassar ini diawali dengan Pra-Rakornas yang diselenggarakan Kamis (10/8). Dalam kesempatan tersebut, Dewan Pengurus Pusat (DPP) dan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) berkesempatan untuk mempersiapkan evaluasi program kerja semester pertama 2017.