Selasa , 13 Juni 2017, 19:23 WIB

OJK: Pangsa Pasar Keuangan Syariah Harus Lepas dari 5 Persen

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Nur Aini
Republika/Agung Supriyanto
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D Hadad menyampaikan sambutannya saat peluncuran Roadmap pengembangan keuangan syariah di Jakarta, Selasa (13/6).
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D Hadad menyampaikan sambutannya saat peluncuran Roadmap pengembangan keuangan syariah di Jakarta, Selasa (13/6).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan pangsa pasar keuangan syariah lepas dari lima persen. Saat ini pangsa pasar keuangan syariah baru mencapai 5,18 persen setelah Bank Aceh konversi menjadi bank umum syariah.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Muliaman D Hadad mengatakan, industri keuangan syariah harus memiliki produk unggulan yang dapat menarik minat masyarakat agar mau menggunakan produk syariah dibandingkan konvensional. "Produk unggulan, bisa karena fitur lebih lengkap yang semua dibundling menjadi satu sehingga orang lebih nyaman menggunakannya, atau unggulan karena berbasis kualitas pelayanan. Saya serahkan industri syariah untuk memanfaatkan ini semua," ujar Muliaman usai peluncuran Roadmap Pengembangan Keuangan Syariah Indonesia, di Jakarta, Selasa (13/6).

Roadmap Pengembangan Keuangan Syariah Indonesia ini diharapkan mampu menjawab berbagai tantangan seperti meningkatkan pangsa pasar (market share) produk keuangan syariah, menambah suplai produk keuangan syariah, memperluas akses produk keuangan syariah, meningkatkan literasi keuangan syariah dan utilitas produk keuangan syariah, keterbatasan sumber daya manusia, optimalisasi koordinasi dengan para pemangku kepentingan serta kebijakan jasa keuangan yang selaras dan dapat saling mendukung perkembangan seluruh sektor keuangan syariah. Dengan roadmap ini ia berharap industri keuangan syariah dapat terlepas dari pangsa pasar lima persen dan meningkat pesat. "Kita bisa lepas dari lima persen itu menurut saya target paling konkret," kata Muliaman.

Menurut Muliaman, dalam segi produk, OJK berharap pelaku industri mampu berinovasi dalam pengembangan produk yang mengembangkan khasanah keuangan syariah. Karena produk yang seperti ini belum banyak berkembang seperti misalnya profit sharing. Saat ini, produk yang menjadi unggulan masih berada di wilayah ritel yang masih sangat kecil. Selain itu, yang lebih banyak berkembang justru jual beli dengan angsuran tetap seperti KPR. "Padahal keuangan syariah bisa kerja sama dengan modal ventura, " ujarnya.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Nurhaida menambahkan, dengan roadmap ini pihaknya mendorong pengembangan produk syariah. Dengan produk yang lebih beragam, maka pasar keuangan akan lebih likuid. "Pada dasarnya kalo produk lebih banyak, marketnya lebih likuid. Di samping itu, tidak kalah penting dan sudah banyak dilakukan yaitu literasinya. Karena banyak kendala dari pemahaman masyarakat yang harus ditingkatkan signifikan lagi tentang pasar keuangan syariah," kata Nurhaida.