Kamis , 20 April 2017, 14:14 WIB

Kuartal I 2017, BNI Syariah Bukukan Laba Rp 77,64 Miliar

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Nidia Zuraya
Republika/Agung Supriyanto
Karyawati menghitung uang di banking Hall bank BNI Syariah, Jakarta. ilustrasi
Karyawati menghitung uang di banking Hall bank BNI Syariah, Jakarta. ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bank Negara Indonesia Syariah (persero) atau BNI Syariah pada Kuartal I 2017 membukukan laba bersih sebesar Rp 77,64 miliar tumbuh 3,72 persen dari periode yang sama tahun lalu (year on year) yang Sebesar Rp 75,18 miliar. 

Direktur Utama BNI Syariah Abdullah Firman Wibowo mengatakan, pertumbuhan laba tersebut didorong oleh ekspansi pembiayaan yang didukung dengan perbaikan kualitas pembiayaan. Selain itu juga rasio dana murah yang lebih baik dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

"Pertumbuhan laba ini didorong oleh pertumbuhan pembiayaan sebesar 17,83 persen dan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 23,38 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya,"ujar Firman dalam paparan kinerja BNI Syariah di Kantor Pusat BNI Syariah, Kamis (20/4).

Direktur Bisnis Konsumer BNI Syariah, Dhias Widiyanti menambahkan, kenaikan laba yang belum signifikan tersebut disebabkan oleh siklus yang terjadi di awal tahun. Dimana pembiayaan yang proyeknya bersumber dari anggaran pemerintah belum cair, selain itu untuk pembiayaan ke swasta juga belum dapat dilakukan karena business plan yang belum rampung.

"Pada kuartal I memang dari sisi pembiayaan juga belum optimal. Jadi mesin produksi kami untuk penghasil laba belum optimal,"tutur Dhias.

Adapun pertumbuhan DPK meningkat 23,38 persen yoy atau tumbuh sejumlah Rp 4,89 triliun dari Rp 20,9 triliun menjadi Rp 25,8 triliun dengan rasio tabungan dan giro (CASA) sebesar 47,39 persen dari total DPK.  

Komposisi tabungan perseroan yaitu 53 persen deposito, 38 persen tabungan dan 9 persen giro. Untuk pertumbuhan DPK, kata Dhias, didominasi oleh pertumbuhan tabungan yang mencapai 29,78 persen. Hal ini dikarenakan banyaknya variasi tabungan di BNI Syariah. 

Sedangkan pertumbuhan tertinggi kedua yakni pada giro sebesar 29,67 persen yoy. Sejauh ini giro terbesar disumbang oleh Kemenag juga nasabah produktif. Sebab, perseroan mensyaratkan fasilitas pembiayaan produktif dari BNI Syariah harus bisa menyalurkan transaksi keuangan secara proporsional melalui BNI Syariah.

"Ini salah satu Strategi BNI Syariah untuk menjadi transactional banking," ujar Dhias.

 

Berita Terkait