Selasa , 17 January 2017, 14:24 WIB

Palestina Apresiasi Produk Halal Indonesia

Red: Ani Nursalikah
Reuters
Menteri Luar Negeri Palestina Riad Al Maliki.
Menteri Luar Negeri Palestina Riad Al Maliki.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Palestina melalui Menteri Luar Negeri Riad Al Maliki mengapresiasi produk-produk Indonesia karena kualitas dan jaminan kehalalannya, demikian keterangan dari Kedutaan Besar Indonesia di Amman, Yordania yang diterima di Jakarta, Selasa (17/1).

Maliki menegaskan jaminan kualitas dan kehalalan produk Indonesia yang masuk ke Palestina melalui hubungan perdagangan antara kedua negara telah meningkatkan jumlah konsumen produk dari tanah air di negara tersebut. Menteri Maliki mengapresiasi berbagai upaya yang telah dilakukan oleh Duta Besar Indonesia untuk Yordania yang juga merangkap Palestina, Teguh Wardoyo dalam meningkatkan hubungan ekonomi, serta kerja sama pariwisata dan perdagangan antara kedua negara.

Baca: Palestina Tetapkan 2017 Akhir Pendudukan Israel

Maliki mengatakan peningkatan ekonomi yang cukup signifikan merupakan cerminan dari apa yang telah dilakukan dan telah mengarah ke jalur yang tepat. Duta Besar menekankan pentingnya kerja sama ekonomi berbasis pengetahuan bagi sumber daya manusia Palestina yang potensial guna menjadi tenaga kerja yang membawa manfaat bagi negara tersebut.

Menanggapi hal tersebut Menteri Maliki mengatakan Palestina mempunyai kebijakan pembangunan nasional untuk memberdayakan para pakar dan ahli baik yang berada di dalam dan di luar negeri di berbagai bidang antara lain kedokteran, teknik, teknoloogi informasi dan pertanian. Palestina memiliki bank data para pakar mereka yang dapat dimanfaatkan negara lain di seluruh dunia.

Teguh mengusulkan agar pemerintah Palestina dapat memobilisasi berbagai potensi yang dimilikinya antara lain melalui Badan Kerja Sama Nasional Palestina atau Palestinian National Cooperation Agency. Indonesia selalu siap terus membantu serta memfasilitasi berbagai kegiatan yang mendukung pembangunan dan peningkatan sumber daya manusia Palestina yang dapat dapat memberi manfaat bagi kedua negara serta penguatan hubungan kerja sama perdagangan dan pariwisata.

Sumber : Antara