Ahad , 11 September 2016, 12:08 WIB

Ini Kunci Produk Halal Bisa Masuk ke Pasar Indonesia

Rep: Fuji Pratiwi/ Red: Nur Aini
Republika/Agung Supriyanto
Produk Halal (ilustrasi)
Produk Halal (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID,LONDON -- Untuk bisa masuk ke pasar halal Indonesia, produsen dinilai harus memerhatikan nilai-nilai komunitas Muslim. Sebab, keyakinan memengaruhi pilihan produk konsumen Muslim.

Produk nonhalal masih akan tersedia di Indonesia, namun diprediksi akan menemui hambatan. ''Rata-rata konsumen Muslim di Indonesia tidak akan membeli produk yang jelas dikatakan terlarang,'' kata konsultan dari Imarat Consultants, Abdalhamid Evans seperti dikutip Reuters beberapa waktu lalu.

Kompetisi dengan produsen-produsen produk halal lokal juga bisa jadi sangat ketat, terutama bisa menyangkut regulasi. Tapi President of Unilever’s Personal Care Business, Alan Jope, menilai kunci bagi perusahaan multinasional seperti Unilever yang didukung tim pemasaran dan pengembangan global adalah memahami nilai-nilai yang dipegang konsumen Muslim serta bagaimana nilai-nilai ini berpengaruh pada kebiasaan di pasar spesifik dengan multikultur dan etnik.

''Ada beberapa nilai yang sama di beberapa negara Muslim, salah satunya adalah 90 persen konsumen Muslim mengatakan keyakinan memengaruhi pilihan mereka akan merek produk,'' ungkap Jope.

Namun, ada beberapa pula perbedaan esensial. Misalnya antara Muslimah Indonesia dengan Muslimah Arab Saudi dimana mereka mengekspresikan keyakinan mereka sehingga memengaruhi rezim dunia kecantikan di masing-masing tempat.

Strategi lain yang harus ditingkatkan adalah promosi yang lebih baik misalnya menampilkan wanita berhijab di iklan mereka. ''Kami harus lebih baik untuk merefleksikan nilai-nilai komunitas Muslim dalam komunikasi kami,'' ungkap Jope.