Senin , 27 Januari 2014, 22:20 WIB

STEI Tazkia Ajak Industri Syariah Perluas Jangkauan Beasiswa

Rep: Dwi Murdaningsih/ Red: Julkifli Marbun
STEI Tazkia
STEI Tazkia

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA –- Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) Tazkia mengajak pelaku industri ekonomi syariah menyediakan beasiswa lebih banyak. Ketua STEI Tazkia Syafi’i Antonio mengatakan dari total 1500 mahasiswa STEI Tazkia di Bogor, sekitar 15-17 persennya telah medapatkan beasiswa.

“Ada yang 100 persen, 50 persen,” ujar Anton, saat ditemui, Kamis
(23/1) di sela-sela relauching beasiswa ekonomi syariah.

Praktisi ekonomi syariah ini makin gencarnya sosialiasi ekonomi syariah oleh pemerintah melalui Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), maka akan diperlukan makin banyak SDM di bidang ekonomi syariah. Sosialisasi ekonomi syariah yang makin luas ini menurut dia harus dijawab dengan ilmu syariah yang bisa didapatkan oleh masyarakat luas.

“Gerakan ekonomi syariah untuk sosialisasi, ketika sudah sadar maka orang ingin belajar, sekarang banyak yang ingin belajar (ilmu syariah) tapi tidak memiliki biaya,” kata Anton.

Saat ini, selain memberikan beasiswa kepada 17 persen mahasiswanya, STIE Tazkia juga bermitra dengan lembaga zakat untuk pemberdayaan usaha mikro. Pemberdayaan usaha mikro ini diharapkan  makin menggeliatkan ekonomi syariah. Ada 17 ribu orang yang telah diberdayakan di wilayah Bogor, Tasikmalaya, Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, dan Sumbawa. Mereka dibina mulai dari usaha mikro hingga bankable atau bisa memperoleh akses perbankan.