Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

ADIB: Keuangan Syariah Makin Diminati

Rabu, 27 Februari 2013, 13:45 WIB
Komentar : 0
Keuangan Syariah (Illustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, DUBAI --- Lembaga keuangan syariah papan atas, Abu Dhabi Islamic Bank (ADIB), menilai keuangan syariah makin diminati konsumen. Keuangan syariah dipandang sebagai model bisnis yang berkelanjutan dan laik digunakan.

CEO ADIB, Tirad Al Mahmoud  menyoroti prospek positif bagi perbankan syariah sebagai model bisnis yang laik, ulet dan penuh etika nilai-nilai universal. "Ada permintaan yang sangat besar bagi perbankan syariah di seluruh dunia, terutama pasca krisis keuangan global," ujarnya seperti dikutip AME Info, Rabu (27/2).

Konsumen, kata Mahmoud, menginginkan model perbankan yang dapat membantu menyediakan solusi keuangan sederhana dan mengelola dana mereka dengan cara adil dan transparan tanpa biaya tersembunyi. "Semua persyaratan adalah pilar utama proposisi nilai perbankan syariah," ucapnya.

Pihaknya mendesak industri keuangan syariah berkolaborasi lebih lanjut untuk mempromosikan nilai-nilai universal perbankan syariah. Ini penting untuk menginspirasi dan mendorong perubahan yang mengarah pada pemulihan kepercayaan di sektor keuangan. 

"Kami tidak memonopoli nilai perbankan syariah, lembaga keuangan syariah perlu promosi gabungan demi kepentingan industri perbankan global," tutur Mahmoud.

Dia menyebut bank syariah mengadopsi model bisnis customer-centric yang lebih sederhana dan lebih mampu menangani kebutuhan keuangan semua konsumen. Kesederhanaan, kata Mahmoud, harus menjadi inspirasi lembaga keuangan syariah untuk bekerja keras mencari solusi sederhana. Inovasi yang dilakukan lembaga keuangan syariah diminta tidak melanggar aspek kepatuhan syariah.

Reporter : Qommarria Rostanti
Redaktur : Nidia Zuraya
666 reads
Apabila Allah memberikan kenikmatan kepada seseorang hendaknya dia pergunakan pertama kali untuk dirinya dan keluarganya.((HR. Muslim))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...