Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Sistem Syariah Kunci Penting Ekonomi Bangsa, Sayang Kurang Digarap

Senin, 03 Desember 2012, 23:35 WIB
Komentar : 0
aamslametrusydiana.blogspot.com
Ekonomi syariah (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Indonesia diprediksikan mampu negara maju suatu hari nanti. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Hatta Rajasa menilai, sistem ekonomi syariah dapat menjadi kunci sukses kemajuan perekonomian bangsa Indonesia.

Pasalnya, sistem syariah terbukti mampu menjadi 'self-defence' untuk dirinya sendiri. Yaitu, menjadi produsen sekaligus konsumen.

"Sistem syariah juga dapat masuk dalam lingkup terkecil ekonomi masyarakat," kata Hatta saat membuka Ijtima' Sanawi Dewan Pengawas Syariah VIII di Jakarta, Minggu (2/11) malam.

Hatta menambahkan, keunggulan lain yang ditawarkan sistem syariah adalah proses pergerakannya yang cepat. Satu contohnya, kata dia, dibandingkan dengan bank konvensional, bank syariah lebih cepat dan tidak memerlukan proses panjang dalam memberi kredit pada masyarakat.

Sebab itu, kredit syariah harus dipacu lebih tinggi lagi untuk pertumbuhan bank syariah sendiri. Selain itu, sistem syariah harus masuk ke masyarakat bawah atau akar rumput untuk mengantisipasi kesenjangan perekonomian di Indonesia.

Menurut Ketua Umum Partai Amanat Nasional tersebut, sistem ekonomi syariah terus tumbuh. Bukan hanya dalam perbankan, bahkan juga asuransi, koperasi dan sektor lainnya. Hatta menegaskan, pihaknya terus mendukung pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia.

Menurut Hatta, ada tiga hal yang harus disiapkan agar ekonomi syariah dapat terus eksis. Pertama, harus didukung sumber daya manusia yang berkualitas dalam jumlah besar.

Kedua, harus ada infrastruktur untuk memudahkan pertumbuhan ekonomi syariah, seperti meningkatkan kuantitas bank syariah atau layanan syariah lainnya.

Lalu ketiga, harus didukung dengan regulasi dari pemerintah. Terkait regulasi ini, bank syariah dapat memanfaatkan diberlakukannya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mulai tahun depan.

Sementara itu, ketua Dewan Syariah Nasional, Makruf Amin mengungkapkan, saat ini porsi pasar syariah masih kurang dari target yang sudah dibuat. Dari target pasar 5 persen, masih belum tercapai dan hanya berada di kisaran 4 persen.

Padahal, dilihat dari tingkat pertumbuhan bank syariah, rata-rata pertumbuhannya mencapai 45,21 persen. Saat ini, outstanding bank syariah juga sudah mencapai Rp. 124,36 triliun.

"Harus ada edukasi dan kampanye ekonomi syariah untuk mencapai target itu," kata dia di Jakarta.

Reporter : Agus Raharjo
Redaktur : Ajeng Ritzki Pitakasari
1.983 reads
Tidak ada pezina yang di saat berzina dalam keadaan beriman. Tidak ada pencuri ketika mencuri dalam keadaan beriman. Begitu pula tidak ada peminum arak di saat meminum dalam keadaan beriman.(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...