Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Jerman Segera Miliki Bank Syariah Pertama

Kamis, 29 November 2012, 16:14 WIB
Komentar : 0
Kuveyt Turk, bank syariah asal Turki

REPUBLIKA.CO.ID, ISTANBUL--Bank pembiayaan Turki, Kuveyt Turk, tengah mengajukan permohonan izin operasi di Jerman. Bila izin keluar, bank tesebut akan menjadi bank syariah pertama di kekuatan ekonomi terbesar di Eropa tersebut.

Chief Executive Kuveyt Turk, Ufuk Uyan, mengatakan kepada Reuters perusahaan tengah menunggu tanggapan dari pengawas keuangan Jerman, Bafin. Diharapkan proses aplikasi bisa selesai tahun depan sehingga perusahaan itu bisa segera beroperasi.

"Kami ingin membuka cabang di Jerman dan jika model ini berhasil kami berencana akan mempertimbangkan untuk membuka cabang di negara lain," kata Uyan, Kamis (29/11). Investasi awal untuk pembukaan satu cabang di Jerman mencapai 45 juta euro.

Sistem keuangan syariah merupakan sistem perbankan yang melarang adanya bunga dan spekulasi. Kuveyt Turk hadir untuk menekan permintaan kehadiran perbankan syariah 4 juta penduduk Eropa. Eropa merupakan wilayah dengan komunitas Muslim terbesar kedua di dunia.

Kebanyakan dari mereka berasal dari Turki. Ditambah lagi perbankan konvensional sudah meretakkan kepercayaan masyarakat karena tergerus krisis. "Kami ingin memainkan peran dalam pertumbuhan ini segmen kecil dan menengah," kata Uyan.

Kuveyt Turk memperkirakan peningkatan 30 persen dari deposito dan 15 persen untuk pembiayaan hingga akhir tahun ini. Pada 2013 perusahaan mengharapkan terdapat peningkatan sebesar 15 persen secara keseluruhan.

Uyan mengungkapkan perusahaan juga tengah merencanakan penambahan modal sekitar 950 juta lira atau 530 juta dolar tahun depan. Perusahaan yang baru saja menerbitkan sukuk 350 dolar ini berencana akan membentuk unit pensiun.

Reporter : Friska Yolandha
Redaktur : Ajeng Ritzki Pitakasari
1.597 reads
Sesungguhnya Allah SWT mengampuni beberapa kesalahan umatku yang disebabkan karena keliru, karena lupa, dan karena dipaksa (HR Ibnu Majah, Baihaqi, dan lain-lain)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...