Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Syariah untuk Propaganda Pemilu? (2-habis)

Kamis, 11 Oktober 2012, 15:00 WIB
Komentar : 0
AP Photo/Benjamin Girette
Pendukung Partai Ennahda Tunisia

REPUBLIKA.CO.ID, Partai Ennahda Tunisia menyatakan keuangan syariah yang mematuhi prinsip keagamaan akan membantu pemulihan ekonomi Tunisia yang selama ini rusak sepanjang penggulingan Bin Ali. Negara-negara terdekat memiliki harapan yang sama.

Misalnya Mesir yang juga tengah mengembangkan ekonomi syariah. Pun halnya Maroko, yang dipimpin oleh partai moderat.

Mereka meyakini ekonomi syariah akan membuat negara tersebut menjadi hub secara regional.Di Tunisia saat ini hanya ada dua bank syariah yang berdiri di bawah rezim Bin Ali. Aset kedua bank tersebut hanya sebesar 1,4 miliar dinar atau 893 juta dolar.

Nilai ini hanya 2,5 persen dari total aset perbankan di negara tersebut. Sedangkan di negara Teluk, kontribusi syariah adalah seperempat dari total aset perbankan di setiap negara.Untuk mendorong pertumbuhan, Tunisia telah menyiapkan rancangan undang-undang perbankan syariah.

Hal ini diikuti dengan penerbitan sukuk negara tahun depan. "Keuangan syariah dapat menampung kelompok besar masyarakat Tunisia yang tidak tertampung di bank tradisional," ujar Gubernur Bank Sentral, Chadli Ayari.

Akan tetapi usaha ini dipandang skeptis oleh sebagian masyarakat Tunisia. Ekonom Universitas Tunis, Fethi Jerbi, misalnya. Ia pesimistis Tunisia bisa menerapkan ekonomi syariah sebaik negara-negara Teluk. Kondisi di sana dan Tunisia berbeda, kata dia.

"Tunisia tidak sekaya negara Teluk dan sistem finansialnya belum berkembang dengan baik," ujar Jerbi, Kamis (11/10).Ia menambahkan fokus pemerintah kepada ekonomi syariah akan berakibat pada pengabaian ekonomi tradisional.

Hal ini akan mengakibatkan konsekuensi serius terhadap sektor perekonomian negara.Dalam laporan pemeringkat Standard and Poor bulan lalu, perbankan Tunisia tengah menghadapi rating 'berisiko tinggi' pada pendanaan sistem.Namun tudingan-tudingan propaganda ini dibantah oleh Menteri Kehakiman yang juga pemimpin Ennahda, Noureddine Bhiri.

Menurutnya revolusi Tunisia tidak membutuhkan propaganda untuk menarik pemilih. Justru dengan adanya perbankan syariah akan meningkatkan perekonomian bangsa yang terpuruk. "Dan ini akan membuat perbankan semakin kompetitif," tegas Bhiri

Reporter : Friska Yolandha
Redaktur : Hafidz Muftisany
1.670 reads
Hadis riwayat Abu Musa ra., ia berkata: Aku pernah bertanya: Wahai Rasulullah, Islam manakah yang paling utama? Rasulullah saw. bersabda: Orang yang kaum muslimin selamat dari lisan dan tangannya. (HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...