Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Syariah untuk Propaganda Pemilu? (bag -1)

Kamis, 11 Oktober 2012, 14:46 WIB
Komentar : 0
AP Photo/Benjamin Girette
Pendukung Partai Ennahda Tunisia

REPUBLIKA.CO.ID, TUNIS -- Setelah satu dekade menjalani pemerintahan sekuler, Tunisia berniat mengembangkan perbankan syariah. Akan tetapi ada isu beredar pengembangan  ekonomi syariah ini bertujuan lebih dari sekadar ekonomi, yaitu ingin memenangkan dukungan pemilih, alias politisasi ekonomi.

Pemerintah di Afrika bagian utara mempromosikan ekonomi syariah di tengah pemberontakan Arab tahun lalu. Melalui pemberontakan ini mereka menggulingkan rezim-rezim yang mengabaikan bisnis dengan alasan ideologi.

Perubahan kebijakan akan membawa keuntungan ekonomi dan memberikan negara-negara tersebut lebih bannyak akses ke dana investasi syariah dari Teluk. Sayangnya hal ini tidak terjadi di tunisia karena tercium adanya bau kontroversi, yang memanfaatkan ekonomi syariah untuk alasan politik.

"Tunisia ingin menjadi pusat regional untuk keuangan syariah," ujar Perdana Menteri Tunisia, Hamadi Jbeli, baru-baru ini. Jbeli adalah seorang anggota gerakan Islam Moderat Ennahda yang mengarahkan pemerintah tunisia untuk menggulingkan presiden Tunisia, Zine Al Abidine bin Ali, tahun lalu.

Ia mengatakan pihak berwenang akan memastikan bank syariah mampu bersaing dalam pangsa pasar dengan perbankan konvensional. Namun beberapa saingan politik Ennahda menuduh gerakan ini menggunakan isu syariah sebagai pelatuk untuk menarik dukungan. Tunisia akan melaksanakan pemilu tahun depan dan Ennahda dituding mencari dukungan menggunakan embel-embel 'syariah'.

Seorang pejabat partai sekuler, Adel Chaouch, mengungkapkan ekonomi syariah yang digadang-gadangkan beberapa bulan terakhir hanyalah sebuah propaganda sebelum pemilihan umum. "Membicarakan tentang bank syariah hanya akan meningkatkan perpecahan diantara masyarakat Tunisia," ujar Chaouch.

Reporter : Friska Yolandha
Redaktur : Hafidz Muftisany
1.262 reads
Tiadakah kamu mengetahui bahwa kerajaan langit dan bumi adalah kepunyaan Allah? Dan tiada bagimu selain Allah seorang pelindung maupun seorang penolong. ((QS. Al-Baqarah [2]:107))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...