Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Syariah Indonesia Tertinggal dari Malaysia

Kamis, 04 Oktober 2012, 14:44 WIB
Komentar : 0
Republika/Wihdan Hidayat
Seorang nasabah mengisi slip setoran tabungan di kantor layanan BNI Syariah, Jakarta.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bila dibandingkan dengan Malaysia, industri syariah di Indonesia tertinggal cukup jauh. Padahal dari segi populasi, Malaysia kalah jauh dari Indonesia.

Ketertinggalan ini bisa dilihat dari pangsa pasar kedua negara. Pangsa pasar industri syariah di Malaysia telah menembus angka 20 persen. Sedangkan Indonesia hanya seperlimanya.

"Setiap tahun hanya naik tipis 2-2,5 persen," ujar pengamat keuangan syariah, Syakir Sula, Kamis (4/10).

Penerbitan sukuk di Malaysia juga jauh lebih tinggi dibandingkan Indonesia. Dilihat dari pangsa pasarnya, penerbitan sukuk di Malaysia sudah mencapai 70 persen bila dibandingkan dengan penerbitan sukuk secara global. Indonesia hanya mampu berkontribusi 7 persen.

Ketertinggalan ini cukup disayangkan karena pertumbuhan industri syariah di Malaysia hanya 10 tahun lebih dulu dari Indonesia. Untuk itu Indonesia harus banyak belajar dari Malaysia.

Syakir mengatakan ada lima pilar yang harus dibenahi agar pangsa pasar syariah semakin meningkat. Lima hal tersebut adalah sumber daya insani, regulasi, institusi, super visi, dan teknologi. Bila kelima hal itu dapat diselesaikan dengan baik, pangsa pasar syariah akan ikut meningkat.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Perbankan Syariah Indonesia (Asbisindo), Achmad K Permana, mengungkapkan keberpihakan regulator sangat dibutuhkan untuk peningkatan pangsa pasar syariah. Keuangan syariah masih membutuhkan lebih banyak regulasi.

Selain itu ia juga menekankan agar regulator memastikan produk-produk syariah menjadi domain di perbankan syariah. Hal ini dilakukan agar produk syariah tidak terkonversi ke konvensional. "Harus ada keberanian untuk melakukan itu," tegasnya.

Reporter : Friska Yolandha
Redaktur : Fernan Rahadi
1.520 reads
Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.(QS Al-Baqarah: 39)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...