Kamis, 24 Jumadil Akhir 1435 / 24 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

BNI Syariah Dukung Pengembangan Waralaba

Sabtu, 15 September 2012, 21:28 WIB
Komentar : 0
Republika/Wihdan Hidayat
Seorang nasabah mengisi slip setoran tabungan di kantor layanan BNI Syariah, Jakarta.
Seorang nasabah mengisi slip setoran tabungan di kantor layanan BNI Syariah, Jakarta.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Dalam rangka membantu pengembangan industri waralaba di Indonesia, PT BNI Syariah mengadakan penandatanganan kerjasama dengan Panorama Group.

Kerjasama ini diharapkan membantu pengusaha muda Indonesia dalam mengembangkan bisnisnya.

"Kerjasama ini merupakan sinyalemen atas dukungan BNI Syariah kepada sektor ril di Indonesia," ujar Direktur Bisnis BNI Syariah, Imam T Saptono, usai menandatangani kerjasama dengan Panorama Group, Sabtu (15/9).

Untuk bisnis waralaba BNI Syariah telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 150 miliar. Jumlah ini meningkat cukup signifikan bila dibandingkan akhir tahun lalu, yaitu hanya Rp 25 miliar.

Potensi pembiayaan waralaba cukup bagus di BNI Syariah. BNI Syariah bisa menyalurkan pembiayaan sampai 65 persen kepada pengusaha yang ingin membuka usaha waralaba.

Pembiayaan waralaba di BNI Syariah terbagi atas pembiayaan langsung dan tidak langsung. Pembiayaan langsung bisa disalurkan melalui cabang BNI Syariah dan kerja sama. Sementara pembiayaan tidak langsung bisa disalurkan melalui koperasi.

Bagi waralaba yang nilainya di bawah Rp 500 juta, pembiayaan bisa disalurkan melalui dana kredit usaha rakyat (KUR).

Namun bila pembiayaannya di atas Rp 500 juta BNI Syariah menyiapkan dari dana korporasi. Pembiayaan waralaba juga bisa didapatkan melalui kartu pembiayaan Hasanah Card. Namun nilainya bergantung plafon kartunya.









Reporter : Friska Yolandha
Redaktur : Chairul Akhmad
Harta itu lezat dan manis, siapa yang menerimanya dengan hati bersih, ia akan mendapat berkah dari hartanya tersebut(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
MUI Harapkan PPP Islah
JAKARTA -- Internal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) alami perselisihan. Akan hal tersebut, Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta PPP untuk segera melakukan Islah. "Pada forum...