Sunday, 5 Zulqaidah 1435 / 31 August 2014
find us on : 
  Login |  Register

Pesantren Diharap Lahirkan SDM Syariah Berkualitas

Saturday, 08 September 2012, 06:00 WIB
Komentar : 0
ANTARA/Irsan Mulyadi
Ratusan santri Pesantren Ar-Raudhatul Hasanah mambaca Alquran usai menunaikan Shalat Ashar di Medan, Jumat (5/8). Kegiatan yang diikuti sedikitnya 2.000 santri ini merupakan kegiatan rutin bulan Ramadhan.
Ratusan santri Pesantren Ar-Raudhatul Hasanah mambaca Alquran usai menunaikan Shalat Ashar di Medan, Jumat (5/8). Kegiatan yang diikuti sedikitnya 2.000 santri ini merupakan kegiatan rutin bulan Ramadhan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengharapkan lingkungan pesantren dapat melahirkan sumber daya manusia yang berkualitas untuk mengembangkan industri keuangan berbasis syariah di Indonesia.

"Untuk peningkatan kualitas ekonomi syariah, tantangannya adalah penyediaan SDM melalui peran pesantren," ujarnya dalam silahturahmi dengan para pelaku industri perbankan syariah di Jakarta, Jumat (7/9) malam.

Menurut Menkeu, pesantren dapat menjadi tulang punggung ekonomi syariah karena mempunyai para santri yang memiliki ilmu agama serta pengetahuan memadai untuk mengembangkan sektor jasa keuangan syariah. "Saat ini terdapat 3,65 juta santri di 26 ribu pesantren yang dapat menjadi tulang punggung ekonomi Islam," katanya.

Selain itu, untuk penyediaan sumber daya manusia yang berkualitas, pemerintah memberikan anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari keseluruhan belanja negara yang dapat bermanfaat untuk pengembangan pesantren.

"Harmonisasi ilmu agama dengan ilmu umum serta penggunaan anggaran negara, dapat melahirkan sistem pembelajaran tradisional modern yang didukung dengan ketersediaan sarana pendidikan," kata Menkeu.

Dengan demikian, seharusnya industri keuangan syariah tidak mengalami kesulitan sumber daya manusia yang menjadi penghambat berkembangnya sektor jasa ini di Indonesia dan melahirkan kesempatan kerja baru.

"Kita memahami dengan meningkatkan kualitas SDM untuk mengisi industri perbankan syariah maka dapat tersedia lowongan untuk 5.000 pegawai per bulan karena stakeholder memerlukan mereka," katanya.

Redaktur : Yudha Manggala P Putra
Sumber : Antara
Barangsiapa mengobati sedang dia tidak dikenal sebagai ahli pengobatan maka dia bertanggung jawab((HR. Ibnu Majah))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar