Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

IIFIS Dorong Pemerintah Laksanakan Ekonomi Inklusif

Rabu, 18 Juli 2012, 18:52 WIB
Komentar : 0
Perbankan Syariah

REPUBLIKA.CO.ID,  SOLO -- International Islamic Financial Inclusion Summit (IIFIS) menghimbau kepada pemerintah untuk segera mengerahkan rancangan undang-undang Lembaga Keuangan Mikro (LKM), termasuk di dalamnya LKM Syariah.

Hal ini bertujuan agar ada payung hukum untuk mengatur, mengawasi, menjamin, dan melindungi LKM/LKMS seperti yang dilakukan Bank Indonesia di dunia keuangan.

Hal di atas tertuang dalam Deklarasi IIFIS yang dibacakan Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor, Nusron Wahid, dalam penutupan Seminar IIFIS, Rabu (18/7).

Dalam deklarasi tersebut disebutkan pula perlu dirumuskan rencana aksi nasional dalam pengembangan dan pelaksanaan keuangan inklusif yang mengakomodasi kepentingan rakyat.

Bank Indonesia juga diminta memfasilitasi terbentuknya Indonesian Financial Inclusion Society (IFIS). "IFIS akan menjadi forum kerja bersama untuk percepatan pelaksanaan ekonomi iknlusif melalui peningkatan kapasitas kelembagaan dan permodalan," ujar Nusron.

Apa yang tertuang dalam Deklarasi IIFIS ini sejalan dengan tujuan berdirinya negara kesatuan RI, yaitu memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Oleh karena itu pemerintah bertanggungjawab dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan inklusif.

Menteri Perekonomian, Hatta Rajasa, mengungkapkan ekonomi iknlusif ini telah menjadi pembicaraan dalam pertemuan negara-negara G20 yang berlangsung di Meksiko bulan lalu. Ekonomi inklusif menjadi satu dari masalah utama yang dibahas, selain krisis global dan eurozone.

Pemerintah berniat untuk membangun Indonesia dengan mewujudkan pertumbuhan yang tinggi, inklusif, berkeadilan dan berkelanjutan. Namun program MP3EI tidak cukup untuk ini. "Perlu ada program nyata yang memberikan perlindungan kepada masyarakat secara merata," ujar Hatta. Ia berharap deklarasi ini dapat berlajut agar Indonesia bisa menjadi contoh dalam ekonomi yang inklusif.



Redaktur : Heri Ruslan
7.168 reads
Malu adalah bagian dari iman.(HR. Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...