Tuesday, 27 Zulhijjah 1435 / 21 October 2014
find us on : 
  Login |  Register

BNI Syariah Buka Kantor Cabang di Sukabumi

Tuesday, 17 July 2012, 15:34 WIB
Komentar : 2
Republika/Wihdan Hidayat
Salah satu outlet BNI Syariah.
Salah satu outlet BNI Syariah.

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI — Lembaga perbankan syariah di Kota Sukabumi kini makin bertambah banyak. Jelang menyambut bulan suci Ramadhan ini, BNI Syariah meresmikan kantor cabang barunya di Kota Sukabumi, Selasa (17/7).

‘’Sukabumi dipilih karena punya potensi ekonomi dan bisnis yang bagus,’’ terang Komisaris BNI Syariah, Acep Riana Jayaprawira, dalam acara peresmian kantor BNI Syariah Cabang Sukabumi di Jalan Ahmad Yani Nomor 29, Kecamatatan Cikole, Kota Sukabumi. Hal ini didukung fakta pesatnya pertumbuhan ekonomi Sukabumi.

Dari informasi Bank Indonesia (BI), tingkat pertumbuhan ekonomi Sukabumi mencapai 6,11 persen. Tingginya pertumbuhan ekonomi ditunjang dari bidang perdagangan dan wisata. Selain karena tingginya tingkat pertumbuhan, pembukaan kantor cabang di Sukabumi disebabkan mayoritas masyarakatnya muslim.

Ditambahkan Acep, pada 2012 ini BNI Syariah menargetkan penambahan outlet sebanyak 23 kantor cabang. Rinciannya sebelas kantor cabang dan 12 kantor cabang mikro. Sehingga hingga akhir 2012 mendatang, BNI Syariah akan memiliki sebanyak 61 kantor cabang.

Penambahan kantor cabang ini, ujar Acep, diharapkan makin mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Sehingga para nasabah dapat terlayani secara maksimal.

Wali Kota Sukabumi, Mokh Muslikh Abdussyukur mengatakan, pembukaan kantor bank syariah merupakan terobosan yang cerdas.

‘’Laju Ekonomi Sukabumi tengah tinggi,’’ imbuh dia.

Jumlah bank syariah yang membuka cabangnya di Kota Sukabumi kini menjadi lima unit dari total sebanyak 26 lembaga perbankan.

Reporter : riga nurul iman
Redaktur : Heri Ruslan
Mereka bertanya, "Ya Rasulullah, apakah kami berobat?" Beliau menjawab, "Ya, wahai hamba-hamba Allah. Sesungguhnya Allah meletakkan penyakit dan diletakkan pula penyembuhannya, kecuali satu penyakit yaitu penyakit ketuaan (pikun)".((HR. Ashabussunnah))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Konversi Minyak ke Gas, Bisakah?
JAKARTA -- Konversi minyak ke gas bisa menjadi cara pemerintah untuk mengurangi konsumsi BBM di Indonesia. Pelaksana tugas Direktur Utama Pertamina Muhamad Husen...