Tuesday, 7 Zulqaidah 1435 / 02 September 2014
find us on : 
  Login |  Register

Inilah Peran Syariah Kembangkan Industri Kreatif

Wednesday, 27 June 2012, 18:41 WIB
Komentar : 0
Republika/Wihdan Hidayat
Salah satu outlet BNI Syariah.
Salah satu outlet BNI Syariah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Industri kreatif mulai menggeliat di Indonesia. Peran penting perbankan perlu ditingkatkan untuk mengembangkan industri ini.

Dibandingkan dengan yang lain, industri kreatif memang belum memberikan kontribusi besar seperti pertanian, yaitu masih kurang dari 10 persen. Namun peminatnya yang semakin banyak berpotensi akan memberikan kontribusi yang lebih besar lagi.

Peran bank, khususnya bank syariah, juga diperlukan untuk mengembangkan industri ini. Bank bisa memberikan pembiayaan-pembiayaan yang terjangkau bagi pengusaha yang hendak mengembangkan usaha kreatif.

Bagi industri kreatif, kemudahan pembiayaan bagi pelaku usaha adalah hal yang penting. "Utamanya bagi pengusaha muda yang tidak bermasalah dengan agunan," kata staf khusus Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Halituah Simarmata, dalam diskusi bertema "Peran Perbankan Syariah dalam Industri Kreatif" di Jakarta Convention Center, Rabu (27/6).

Modal merupakan masalah utama dalam industri kreatif. Bank diharapkan dapat memberikan suntikan modal melalui pembiayaan yang bersyarat mudah.

Harapan ini juga sejalan dengan penambahan lokasi sebaran kantor bank syariah merupakan hal yang penting. Hal ini bertujuan agar pelaku usaha dapat mengakses pembiayaan kepada bank.

Bank diharapkan memiliki asesor yang dapat mengevaluasi usaha yang dikembangkan oleh pelaku usaha. "Selama ini belum banyak evaluator bisnis di lembaga perbankan," tutur Halituah.

Hal lain yang juga tidak kalah penting adalah adanya kemitraan antara bank dengan pelaku usaha. Serta aturan di bank yang memudahkan pelaku usaha mengembangkan usahanya.

Bank memang merupakan bagian kecil dari industri kreatif, yaitu bagian penyedia modal. Namun peran bank sama pentingnya dengan hal-hal lain seperti perizinan.

Reporter : Friska Yolandha
Redaktur : Heri Ruslan
Buta yang paling buruk ialah buta hati.((HR. Asysyihaab))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar