Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Bank Syariah Harus Bersinergi dengan Induk

Kamis, 14 Juni 2012, 14:41 WIB
Komentar : 2
Republika/Wihdan Hidayat
Salah satu outlet BNI Syariah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  Agar dapat berkembang dengan baik, bank syariah memerlukan sinergi dengan perusahaan induknya. Sinergi ini dapat dilakukan melalui infrastruktur dan dana pihak ketiga.

"Yang saat ini kami inginkan adalah bagaimana menghabiskan modal secepatnya," ujar Direktur Utama Bank Jabar Banten Syariah (BJBS), A Riawan Amin, usai menjadi pembicara dalam Simposium Nasional sistem Moneter Berbasis Emas di Jakarta, Kamis (14/6).

Menghabiskan modal ini berarti mengembangkan bisnis bank. Untuk dapat berkembang, bank syariah yang pangsa pasarnya masih kecil memerlukan bantuan perusahaan induknya. Jika tidak ada host to host antara induk konvensional dan perusahaan syariah, sulit bagi bank syariah untuk meningkatkan pangsa pasar.

Pada prinsipnya bank umum syariah lebih baik dari segi pembiayaan. Hal ini diasumsikan bank umum syariah lebih cepat mengambil keputusan bila dibandingkan dengan unit usaha. Sangat baik bagi bank syariah, terutama BJBS, untuk bersinergi dengan perusahaan induk untuk mempercepat penyaluran pembiayaan tersebut.

Layanan office channeling merupakan salah satu bentuk sinergitas tersebut. Dengan adanya layanan syariah di bank konvensional, bank syariah dapat meningkatkan dana pihak ketiga. Dana ini dapat digulirkan untuk pembiayaan.

Saat ini gerai-gerai BJBS sudah berdiri di cabang konvensional. Hanya saja jumlahnya sangat sedikit. Gerai ini juga tidak terlalu optimal karena  BJBS masih harus menyediakan sendiri sumber daya insani dan infrastrukturnya. "Yang namanya office channeling adalah semaksimal mungkin memakai infrastruktur yang sudah ada," tambah Riawan.

Hal seperti ini, kata Riawan, harus dihilangkan. Jika tidak bank umum syariah akan kesulitan berkembang dan berpikir lebih baik menjadi unit usaha syariah saja yang jelas dipayungi oleh induk.

Riawan berharap dengan adanya sinergi dengan induk akan meningkatkan dana murah (kassa). Jika dananya tidak murah, kata dia, maka pembiayaan akan menjadi mahal. Dan apabila pembiayaan mahal, bank kesulitan mengembangkan pasar.

Ia juga berharap dapat mengembangkan aset di akhir tahun. Meskipun akhir tahun tinggal enam bulan lagi. Aset BJBS saat ini adalah Rp 2,8 triliun.

Reporter : Friska Yolandha
Redaktur : Heri Ruslan
8.897 reads
Barang siapa yang memperhatikan kepentingan saudaranya, maka Allah akan memperhatikan kepentingannya. Dan barangsiapa yang menutupi kejelekan orang lain maka Allah akan menutupi kejelekannya di hari kiamat. ((HR Bukhari-Muslim))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
  Ali Reza Senin, 18 Juni 2012, 12:20
Tidak seluruh keuntungan bank induk yang konvensional itu ribawi.
  Heru Sisprayitno Sabtu, 16 Juni 2012, 21:37
Sy ga habis fikir, Bank Syariah kita yg ada skrg sj blm sepenuhnya syariah, lebih2 jika msh trgantung dgn induknya yg ribawi,makin jauh dong dr syariah. weleh2.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda