Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Mendag Ancam Sita Bawang Importir

Selasa, 19 Maret 2013, 15:02 WIB
Komentar : 0
Antara/Widodo S. Jusuf
Gita Wirjawan

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Menteri Perdagangan Gita Wirjawan mengancam menyita kontainer berisi bawang putih milik importir nakal yang ditumpuk di lapangan penumpukan Terminal Petikemas Surabaya (TPS) jika tidak segera mengeluarkan dan mendistribusikan komoditas itu ke pasar.

"Kami harus menindak para importir 'nakal' itu secara tegas. Setelah menyita bawang milik importir, kami siap membakarnya atau melelangnya melalui Kementerian Perdagangan maupun Kementerian Pertanian," katanya usai melakukan inspeksi mendadak terhadap sejumlah kontainer bawang di TPS, Selasa (19/3).

Menurut dia, inspeksi mendadak yang dilakukan bersama Gubernur Jawa Timur Soekarwo, sekaligus bertujuan memeriksa langsung kontainer berisi bawang putih impor. "Apalagi, ada indikasi dari Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) praktik kartel dalam bisnis tersebut," ujarnya.

Bahkan, pihaknya perlu melihat secara langsung bagaimana kondisi peti kemas berisi bawang putih yang menumpuk di TPS Tanjung Perak. "Tindakan kami sekarang juga untuk memastikan bahwa bawang putih siap dikeluarkan di pasar nasional. Dengan ini, kami harap dapat menekan lonjakan harga di pasar perdagangan mendatang," tukasnya.

Sebelum ke TPS, ia bersama Gubernur Jatim telah berkomunikasi dengan pedagang sayur di Pasar Tradisional Wonokromo Surabaya. "Di sana, harga bawang putih mulai turun," ucapnya.

Saat ini, lanjut dia, harga bawang putih di Pasar Wonokromo, Surabaya turun menjadi Rp 35 ribu-Rp 40 ribu per kilogram (kg). Akan tetapi, ada beberapa pedagang masih menjual dengan harga Rp 55 ribu per kg untuk bawang putih jenis kating (kualitas super).

"Oleh karena itu, kami harap beberapa hari ke depan semua bawang putih impor yang tertahan karena permasalahan Surat Persetujuan Impor (SPI) maupun yang sengaja ditahan oleh importir harus keluar dari Tanjung Perak," ujarnya.

Sebelumnya, pihaknya sudah melepas 293 kontainer bawang putih dari Tanjung Perak. Namun, kini masih ada puluhan kontainer bawang putih di kawasan tersebut. "Sampai sekarang belum ada importir penanggung jawab kontainer bawang putih itu," katanya.

Redaktur : Nidia Zuraya
Sumber : Antara
1.004 reads
Hadis riwayat Abu Musa ra., ia berkata: Aku pernah bertanya: Wahai Rasulullah, Islam manakah yang paling utama? Rasulullah saw. bersabda: Orang yang kaum muslimin selamat dari lisan dan tangannya. (HR Muslim)
FOTO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...