Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Ginsi: Pengimpor Bawang Putih Para 'Bos Besar' di Jakarta

Selasa, 19 Maret 2013, 09:16 WIB
Komentar : 0
Yasin Habibi/Republika
Bawang putih

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (Ginsi) Jawa Tengah mengaku selama ini anggotanya tidak pernah mengimpor bawang putih. Ketua Ginsi Jateng Joko Susanto di Semarang, Selasa (19/3) mengatakan bahwa tidak ada bawang putih impor yang masuk ke Jawa Tengah.

"Setahu saya yang mengimpor bawang putih bos-bos besar yang ada di Jakarta dan biasanya 'melempar' barangnya ke Surabaya," katanya.

Joko mengaku sepengetahuan dirinya seluruh importir yang menjadi anggota Ginsi Jateng tidak ada yang mengimpor bawang putih. Di Jawa Tengah yang menjadi anggota Ginsi Jateng sekitar 80 importir.

Sementara jenis barang yang diimpor oleh para importir yang tergabung dalam Ginsi Jateng, lanjut Joko, yakni berupa barang jadi. "Barang yang diimpor seperti barang kebutuhan pabrik, barang industri, dan barang umum," katanya.

Oleh karena itu di saat ada pembatasan impor bawang putih, Joko mengaku tidak ada importir Jawa Tengah yang terpengaruh.

Redaktur : Nidia Zuraya
Sumber : Antara
3.133 reads
Barang siapa yang memperhatikan kepentingan saudaranya, maka Allah akan memperhatikan kepentingannya. Dan barangsiapa yang menutupi kejelekan orang lain maka Allah akan menutupi kejelekannya di hari kiamat. ((HR Bukhari-Muslim))
FOTO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...