Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Pengusaha Harus Segera Gelontorkan Produknya ke Pasar

Jumat, 15 Maret 2013, 15:04 WIB
Komentar : 0
Yasin Habibi/Republika
Bawang putih

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Pertanian terus melakukan upaya guna mengatasi persoalan tingginya harga bawang. Untuk itu, pemerintah daerah diminta membantu untuk turut mengawasi para importir terdaftar (IT) yang telah mendapatkan Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) dan Surat Persetujuan Impor (SPI).

"Bantulah untuk mengawal agar IT segera menyalurkan produknya ke pasar," ujar Plh Direktur Jendral Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian, Yasid Taufik, Jumat (15/3).

Para IT seharusnya menyegerakan mengurus SPI begitu mendapatkan RIPH dari Kementerian Pertanian. Pemerintah menetapkan jangka waktu minimal 10 hari untuk mengurus SPI di Kementerian Perdagangan. Namun pelaku usaha dibebaskan untuk mengeluarkan produknya ke pasar kapan saja.

Peraturan yang ada saat ini menurutnya sudah  sinkron dengan kebutuhan pihak-pihak terkait. Tinggal pelaku usaha diharapkan memiliki kesadaran untuk mempergunakan ijinnya sesuai dengan tujuan seharusnya. Tujuan tersebut yaitu agar produk segera masuk ke pasar.

Semua pihak menurutnya sedang melakukan pengawalan terhadap realisasi pemberian ijin untuk importir."Kepolisian pun akan bertindak jika ada penimbunan," ujarnya kepada ROL.

Keberadaan spekulan masih menjadi tanda tanya pemerintah. Tingginya harga bawang menurutnya terjadi karena siklus tahunan dan gangguan distribusi. Di tingkat produsen, dikatakan Taufik, harga bawang merah masih relatif stabil. Harganya sebesar Rp 20 ribu hingga Rp 15 ribu per kilogram (kg). Kementan telah melakukan pengecekan harga di 600 titik di seluruh Indonesia.

Setiap pengaju RIPH nantinya akan dievaluasi ketika melakukan permohonan RIPH semester kedua. Sanksi tegas berupa penolakan RIPH bisa dikenakan pada importir yang penilaiannya buruk.

Reporter : Meiliani Fauziah
Redaktur : Nidia Zuraya
835 reads
Hati orang yang sudah tua dapat menjadi lupa akan usianya bila ia terlalu mencintai hidup dan harta bendanya(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...