Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Bulog Tak Diberi 'Hak Istimewa' Impor Kedelai

Rabu, 20 Februari 2013, 16:15 WIB
Komentar : 0
antara
Kedelai impor

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Badan Urusan Logistik (Bulog) tidak akan diberikan hak istimewa untuk mengimpor kedelai dengan porsi yang lebih banyak dibandingan importir umum. Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Bachrul Chairi mengatakan pemerintah akan memberikan kriteria yang sama bagi Bulog dan importir umum dalam hal alokasi impor.

“Sama saja sesuai kemampuan,” ujar Bachrul, Rabu (20/2) usai mengunjungi sentra produksi tahu tempe di daerah Kalideres, Jakarta Barat.

Ia mengatakan importir yang diberi izin harus memiliki pengalaman mengimpor kedelai selama tiga tahun berturut-turut. Alokasi impor, kata dia, akan didasarkan pada past performance importir selama tiga tahun terakhir.

Importir juga diwajibkan untuk menyerap kedelai dari petani. Kriteria ini yang menurutnya akan menjadi dasar untuk penetapan alokasi impor.

Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Srie Agustina mengatakan nantinya akan ada peraturan teknis mengenai pengadaan kedelai di Indonesia. Peraturan yang tertuang dalam peraturan menteri perdagangan (permendag) ini mencakup tiga hal yaitu mengenai stabilisasi harga di tingkat petani, perajin, serta pengaturan mengenai tim penyetabil harga.

Srie menjelaskan harga di tingkat petani dan perajin nantinya akan diatur dan dievaluasi tiap bulan. Tim yang mengevaluasi harga kedelai ini  antara lain terdiri dari Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Koperasi dan UKM, serta kementrian koordinator perekonomian. “Tiap bulan nanti dievaluasi,” ujarnya.


Reporter : Dwi Murdaningsih
Redaktur : Nidia Zuraya
493 reads
Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.(QS Al-Baqarah: 39)
FOTO TERKAIT:
VIDEO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...