Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Semarang 'Pede' Siap Terima Relokasi Industri Jabodetabek

Rabu, 20 Maret 2013, 21:07 WIB
Komentar : 0
Antara
Pertumbuhan Industri Indonesia dibayangi mahalnya ongkos produksi

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG—Jika rencana relokasi sejumlah industri dari kawasan Jabodetabek ke wilayah Jawa Tengah direalisasi, Kabupaten Semarang menjadi salah satu daerah yang menyatakan diri siap untuk menampung.

Daerah ini bahkan menyakini kemampuan infrastrukturnya meski disebut belum mendukung. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang menyatakan berkomitmen membuka seluas- luasnya investasi yang masuk.

Kepala Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu (KPPT) Kabupaten Semarang, Valeanto Soekendro menyampaikan, Bupati juga berjanji merampungkan infrastruktur penghubung (jalan) hingga 2014 nanti. “Untuk menunjang jalan tol Semarang- Solo (seksi Semarang- Bawen), Pemkab Semarang juga akan menyelesaikan pembangunan akses penghubung antarwilayah yang kurang mendukung,” ujarnya, Rabu (20/3).

Dalam Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) 2011- 2031, Kabupaten Semarang menyiapkan sedikitnya lima titik kawasan industri baru. “Lokasi ini telah diperhitungkan dengan akses infrastruktur jalan tol sebagai pendukung,” ungkapnya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.

Demikian pula, lanjutnya, dalam regulasi serta perizinan, pmkab Semarang, ujarnya  telah merevisi peraturan daerah (perda) yang mengatur perizinan.

Boleh jadi kepercayaan diri Kabupaten Semarang tak lepas dari nilai terbaik berdasarkan survei kinerja KPPT se- Jawa Tengah oleh Bank Indonesia dan Budi Santoso Foundation.

Reporter : S Bowo Pribadi
Redaktur : Ajeng Ritzki Pitakasari
613 reads
Barang siapa yang mentaatiku berarti ia telah mentaati Allah, dan barang siapa yang mendurhakai perintahku, maka berarti ia telah mendurhakai Allah. Barang siapa yang mematuhi pemimpin berarti ia telah mematuhiku dan barang siapa yang mendurhakai pemimpin berarti ia telah mendurhakaiku(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...