Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Dulu, Indonesia Pernah Berjaya Menanam Bawang, Sekarang?

Sabtu, 16 Maret 2013, 22:48 WIB
Komentar : 0
Republika/Aditya Pradana Putra
Pedagang mengambil bawang putih impor dari Cina untuk ditimbang di Pasar Senen, Jakarta, Rabu (13/3).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indonesia pernah berjaya dalam menanam bawang putih. Sekretaris Dirjen Pengembangan dan Pemasaran Hasil Pertanian ( PPHP) Yazid Taufik mengatakan pada era 1996-1998, luas areal bawang pernah mencapai 25 ribu hektare (ha) dengan produktivitas 7 ton per ha.

Artinya, produksi saat itu produksi mencapai sekitar 175 ribu ton. Produksi saat itu, bahkan bisa mencukupi kebutuhan bawang putih saat ini hingga 50 persen.

Namun, ia mengakui saat ini lahan bawang putih hanya tersisa 2.000 ha dengan produksi hanya 13 ribu ton. Alhasil, Indonesia kini justru mengimpor 95 persen bawang dari total kebutuhan.

"Jika diasumsikan penduduk Indonesia mencapai 245 juta jiwa dengan konsumsi 1,36 kapita/tahun, maka sekarang kebutuhan 330 ribu ton per tahun. Ini bahkan sudah bisa dipenuhi produksi pada saat itu (tahun 1996-1998)," ujar Yazid, Sabtu (16/3).

Sekretaris Jenderal Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Fadli Zon mengatakan peningkatan produksi bawang putih tidak dianggap sebagai hal yang mustahil. Menurutnya, pengembangan riset pertanian memungkinkan Indonesia bisa memproduksi bawang putih meskipun iklim di Indonesia cenderung tidak cocok.

Tanah di Indonesia, umumnya memang lebih cocok ditanami bawang merah. Namun, menurut dia jika pemerintah serius mengembangkan penelitian mengenai penanaman bawang putih, Indonesia bisa mengurangi ketergantungan impor.

"Kalau bawang putih, litbang riset dan development sangat mungkin kita tanam walaupun secara iklim ada sedikit masalah," ujar Fadli.

Ia cukup menyayangkan pasalnya produksi bawang putih di Indonesia cenderung mengalami penurunan. Saat ini, Indonesia bahkan hanya bisa memproduksi bawang putih kurang dari 10 persen kebutuhan masyarakat.

"Dulu kita pernah berjaya, kenapa bisa turun, semestinya ada kemajuan karena perkembangan teknologi," kata dia.


Reporter : Dwi Murdaningsih
Redaktur : Heri Ruslan
Sumber : a
2.724 reads
Allah melaknat orang yang menyiksa hewan dan memperlakukannya dengan sadis((HR. Bukhari))
FOTO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...