Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Harga Bawang Menggila, Ekonom: Pemerintah Gagal Revitalisasi Pertanian

Rabu, 13 Maret 2013, 19:21 WIB
Komentar : 0
Pedagang mengupas bawang merah sebelum dijual di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, Ahad (29/1). (Republika/Edwin Dwi Putranto)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ekonom Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Banten, Dahnil Anzar Simanjuntak menilai gejolak harga bawang merah dan putih di pasaran merupakan efek dari kebijakan proteksi pembatasan impor hortukultura.

Menurut dia, kebijakan pembatasan impor hortikultura yang dilakukan menteri pertanian dan menteri perdagangan itu baik untuk membatasi serbuan impor komoditas dari luar negeri.

''Namun, gejolak harga bawang ini berisiko kemungkinan akan diikuti dengan gejolak harga komoditas lainnya,'' ungkap Dahnil kepada Republika Online (ROL), Rabu (13/3). Alasannya, kata dia, pasokan dalam negeri terbatas.

Dahnil berpendapat kebijakan proteksi yang dilakukan pemerintah gagal mendorong revitalisasi pertanian pangan di Indonesia. ''Akibatnya, lagi-lagi kebijakan yang baik tersebut bagi perkembangan ekonomi domestik kita justru mengalami distorsi,'' tuturnya.

Akibatnya, kata Dahnil, mau tidak mau pemerintah harus kembali meninjau ulang kemungkinan impor dari luar negeri untuk mengendalikan inflasi. Alasannya, gejolak harga bawang ini bisa diikuti juga dengan gejolak harga komoditi hortikultura lainnya.

''Memang faktanya pertanian kita tidak siap mengantisipasi pasokan, ditambah lagi dengan permasalahan distribusi dan lainnya.''

Redaktur : Heri Ruslan
1.085 reads
Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)((QS ar-Rum: 41))
FOTO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...

Berita Lainnya

Harga Bawang Menggila, Ekonom: Pemerintah Gagal Revitalisasi Pertanian