Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Kadin: Perbankan Setengah Hati Dukung Industri Kecil

Minggu, 10 Februari 2013, 14:58 WIB
Komentar : 0
Proses pembuatan roti berlangsung di sebuah rumah industri kecil Lezat, Cawang, Jakarta Timur, Jum'at (30/1). (Republika/Aditya Pradana Putra)

REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR -- Kamar Dagang dan Industri (Kadin) menilai perbankan masih setengah hati mendukung perkembangan industri mikro dan kecil (IMK) di wilayah Bali. "Bukti masih kurangnya dukungan perbankan itu adalah sulitnya lembaga keuangan itu menyalurkan pinjaman modal kepada pengusaha IMK," kata Ketua Kadin Badung Anak Agung Ngurah Alit Wiraputra, di Denpasar, Ahad (10/2).

Perbankan terkesan lebih mudah memberikan kepada para pengusaha dari luar sedangkan kepada putra daerah sangat susah. Padahal para pengusaha lokal yang skalanya mikro dan kecil itu memiliki jaminan tetapi belum cukup juga untuk mendapatkan kucuran pinjaman.

Menurut dia, bagaimana para industri bisa berkembang dan memperluas usahanya tanpa dukungan dari perbankan. Sampai saat ini di wilayah Pulau Dewata jumlah pengusaha kecil yang masih belum mendapatkan sentuhan pinjaman dari bank masih banyak.

Sebelumnya Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Bali Gede Suarsa mengatakan, industri mikro dan kecil merupakan kekuatan strategis untuk mempercepat pembangunan di provinsi tersebut. Sektor itu tumbuh 9,66 persen di triwulan IV/2012 atau di atas pertumbuhan nasional 1,27 pesen di tengah melambatnya pertumbuhan ekonomi Pulau Dewata.

"Kinerja ekonomi Bali memang banyak disokong industri kecil. Hanya saja sektor ini menghadapi masalah cukup banyak dan beragam. Seperti lemahnya pengembangan usaha serta permodalan terutama akses perbankan," ujarnya.

Redaktur : Nidia Zuraya
Sumber : Antara
1.065 reads
Siapa saja yang telah kami angkat untuk mengerjakan suatu pekerjaan/jabatan kemudian kami telah memberikan gaji, maka sesuatu yang diterima di luar gajinya yang sah adalah ghulul (korupsi)((HR. Bukhari))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...