Rabu, 9 Sya'ban 1439 / 25 April 2018

Rabu, 9 Sya'ban 1439 / 25 April 2018

Harga Beras di Lampung Picu Inflasi

Rabu 03 Januari 2018 19:06 WIB

Rep: Mursalin Yasland/ Red: Budi Raharjo

Pedagang beras. (ilustrasi)

Pedagang beras. (ilustrasi)

Foto: Republika/Yasin Habibi

REPUBLIKA.CO.ID,BANDAR LAMPUNG -- Harga beras di wilayah Lampung ditandai dengan naiknya harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani, hal tersebut memicu inflasi Kota Bandar Lampung pada Desember 2017 yang mencapai 0,47 persen. Harga GKP di tingkat petani mencapai Rp 6.100 per kg, sedangkan di tingkat penggilingan Rp 6.150 per kg.

Pemantauan Republika di pasar tradisional Pasar Induk Tamin Kota Bandar Lampung, Rabu (3/1), harga beras yang dijual pedagang masih bertahan tinggi sejak akhir tahun 2017 hingga awal Januari 2018. Diperkirakan harga tersebut akan terus bergerak naik hingga pertengahan Januari 2018.

Harga beras kualitas premium tetap berdasarkan harga eceran tertinggi (HET) Rp 12 ribu per kg. Sedangkan harga beras kualitas biasa (asalan) dan medium, terus mengalami kenaikan dan bertahan hingga awal tahun 2018. Penjual mematok harga beras asalan berkisar Rp 8.000 Rp 9.500 per kg, sedangkan beras medium Rp 10 ribu Rp 11.500 per kg.

Menurut Awan, pedagang beras di Pasar Tamin, harga beras masih bertahan tinggi, karena harga gabah di tingkat petani dan penggilingan juga masih tinggi. "Selain sulit cari gabah, harga gabah juga jadi naik, wajar kalau harga eceran ikutan naik," ujarnya.

Ia mengatakan, harga beras berbagai kualitas masih akan bergerak naik dikarenakan petani belum panen raya hingga pertengahan Januari 2018. "Beras masih akan naik bulan ini," tambahnya.

Kepala Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung Bambang Widjonarko mengatakan, kenaikan harga beras belakangan ini memicu naiknya inflasi Kota Bandar Lampung. Menurutnya, komoditas beras dan cabai merah memberikan andil besar dalam mendongkrak inflasi Kota Bandar Lampung pada Desember 2017.

"Kenaikan harga beras dan cabai merah Desember lalu cukup mendongkrak inflasi," kata Bambang Widjanarko.

BPS Lampung mencatat, sumbangan inflasi untuk dua komoditas utama yakni cabai merah 0,1617 persen sedangkan beras 0,1436 persen. Kemudian disusul telur ayam ras 0,0836 persen, dan mi instan 0,0500 persen. Sedangkan bawang merah menyumbang inflasi -0,0992 persen.

BPS juga mencatat rata-rata harga beras di penggilingan gabah di sentra produksi beras di Lampung pada Desember 2018, yakni beras premium terendah Rp 9.700 per kg tertinggi Rp 10.500 per kg. Beras medium terendah Rp 8.200 per kg tertinggi Rp 9.500 per kg. Beras asalan terendah Rp 7.500 per kg tertinggi Rp 8.000 per kg.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES