Selasa , 19 December 2017, 00:14 WIB

Hotel di Jalur Wisata Lembang Merugi Saat Ramai, Kok Bisa?

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Nur Aini
Antara/M Agung Rajasa
Wisatawan berfoto dengan latar belakang hutan di Cikole, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Ahad (5/11).
Wisatawan berfoto dengan latar belakang hutan di Cikole, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Ahad (5/11).

REPUBLIKA.CO.ID, LEMBANG -- Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Bandung Barat mengungkapkan akibat kemacetan yang terjadi tiap akhir pekan dan liburan panjang di jalur wisata Lembang dan sekitarnya berdampak pada tingkat hunian penginapan yang menurun. Hal itu menyebabkan hotel menjadi merugi.

Berdasarkan statistik, tingkat okupansi menurun hingga 50 persen selama tiga tahun terakhir akibat kemacetan. "Macet di Lembang, okupansi hotel turun drastis. Minimal akhir tahun ini tembus 70 persen saja sudah bagus," ujar Ketua Badan Pimpinan Cabang (BPC) PHRI Bandung Barat, Samuel Setiadi, Senin (18/12).

Sebelum keadaan seperti sekarang yaitu jalur wisata Lembang sering macet, ia menuturkan wisatawan sering menghabiskan waktu menginap hingga tiga hari. Namun saat ini rata rata mereka hanya menginap satu hari.

Menurutnya, saat ini para wisatawan yang menginap rata-rata banyak mengunjungi objek wisata. Kemudian daripada terjebak macet di jalan wisatawan lebih memilih pindah menginap ke hotel yang berada di Kota Bandung.

Dia menambahkan, kondisi cuaca yang ekstrem di bulan Desember membuat para wisatawan memilih menunggu agar cuaca normal kembali. Sehingga okupansi hotel relatif menurun.

"Ada yang sudah booking tapi di-cancel gara-gara angin kencang kemarin," katanya. Menurutnya, saat ini sudah memasuki libur panjang anak sekolah, tingkat okupansi lumayan naik sekitar 40 persen meski tidak sesuai harapan.

Ia menuturkan, untuk meningkatkan okupansi hotel dan penginapan hingga jelang pergantian tahun di Hotel Bumi Makmur Indah, pihak pengelola membuka data base tamu yang sudah menginap di hotelnya serta melakukan promo di website maupun spanduk.

Selain itu, agar okupansi hotel bisa kembali menggeliat, ia berharap pemerintah mencari solusi dalam mengatasi kemacetan di Lembang. Salah satu caranya bisa dengan membangun sarana transportasi publik.