Kamis , 07 Desember 2017, 18:24 WIB

Harga Tiket LRT Bekasi Paling Mahal Rp 12 Ribu

Rep: Farah Noersativa/ Red: Budi Raharjo
Republika/Yasin Habibi
 Pekerja menyekesaikan pembangunan Light Rail Transit (LRT) di kawasan Jatibening, Bekasi, Jabar, Ahad (8/10).
Pekerja menyekesaikan pembangunan Light Rail Transit (LRT) di kawasan Jatibening, Bekasi, Jabar, Ahad (8/10).

REPUBLIKA.CO.ID,BEKASI -- Kota Bekasi akan kedatangan transportasi baru berteknologi tinggi berupa Light Rail Transit (LRT). LRT di Bekasi termasuk dalam penyelenggaraan Tahap 1.

Pejabat Pembuat Komitmen Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Republik Indonesia (RI) Jumardi menyebut penyelenggaraan LRT Tahap 1 ditargetkan beroperasi pada Mei 2019. "Tetap sesuai target, Mei 2019 LRT tahap 1 akan beroperasi," kata Jumardi kepada Republika, Kamis (7/12).

Proyek ini menelan dana Rp 31 triliun itu. Dalam beroperasi, setiap satu rangkaian kereta terdiri dari enam unit gerbong berkapasitas 800 penumpang. "Untuk harga tiketnya, terakhir dikaji paling mahal adalah Rp 12 ribu, saya kira masih terjangkau," ujarnya.

Penyelenggaraan LRT Tahap 1 meliputi lintas pelayanan Cawang-Cibubur, Cawang-Kuningan Dukuh Atas, dan Cawang-Bekasi Timur. Untuk total panjang jalur LRT Tahap 1 adalah 43,1 km.

Hal itu terdiri atas lintas pelayanan Cawang-Cibubur sepanjang 14,3 km dan lintas pelayanan Cawang-Kuningan-Dukuh Atas sepanjang 10,5 km. Lalu untuk lintas pelayanan Cawang-Bekasi Timur, jalur yang ada yakni sepanjang 18,3 km.

Jumardi juga mengatakan proyek penyelenggaraan LRT dipangku oleh 11 stakeholder. Ada PT Adhi Karya sebagai pembangun prasarana LRT termasuk depo, Kemenhub sebagai penanggung jawab, dan PT KAI sebagai penyelenggara LRT. "Kemudian Menteri Keuangan untuk memberikan persetujuan kontrak tahun jamak," tuturnya.

Ada pula stakeholder dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk melakukanpemeriksaan, Gubernur, Wali Kota dan Pemerintah Daerah terkait. "Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, dan Menteri Agraria dan Tata ruang juga ikut terlibat dalam proyek penyelenggaraan LRT ini," lanjutnya.

Proses pembangunan LRT Tahap 1 khusus lintas pelayanan Cawang-Cibubur per 24 November, kata Jumardi, mencapai 45 persen. Sementara pada lintas pelayanan Cawang-Dukuh Atas msncapai 11 persen. Di lintas pelayanan Cawang-Bekasi Timur progressnya mencapai 26 persen.

Saat ini, kata Jumardi, proses penyelenggaraan LRT Tahap 1 di bulan Desember 2017 sampai Maret 2018 sedang dilakukan pengadaan lahan. Khususnya pengadaan lahan untuk depo, sebagai garasi dari kereta.

"Pembuatan depo di kawasan Jatimulya, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, termasuk dalam penyelenggaraan LRT Tahap 1 dan nanti akan dilakukan pada Maret 2018," kata dia.