Kamis , 07 December 2017, 18:02 WIB

Mendag Tegaskan tak akan Revisi HET Beras

Rep: Halimatus Sa'diyah/ Red: Nidia Zuraya
Republika/Mardiah
Ilustrasi Harga Eceran Tertinggi (HET) Beras
Ilustrasi Harga Eceran Tertinggi (HET) Beras

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menegaskan tak akan merevisi Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk beras. Meksipun, ia mengaku menerima laporan ada sejumlah penggilingan padi yang tutup.

"HET untuk beras medium dan premium tidak akan saya ubah," tegasnya, di Auditorium Kementerian Perdagangan, Kamis (7/12).

Mendag memandang, tutupnya sejumlah usaha penggilingan padi tidak cukup menjadi alasan untuk merevisi harga eceran tertinggi. Sebab, masih banyak penggilingan padi yang tetap beroperasi.

Enggar tetap meyakini, HET merupakan instrumen yang tepat untuk menjaga agar harga kebutuhan pangan pokok tetap stabil. "Coba bayangin kalau tidak diatur, liar itu."

HET, sambung dia, baru akan dievaluasi jika ada kemungkinan harga acuan tersebut dapat turun kembali.

Ketua persatuan penggilingan padi dan pengusaha beras Indonesia (Perpadi) Nellys Soekidi menyebut bahwa musim paceklik yang biasa terjadi pada akhir tahun hingga awal tahun memang mengancam usaha penggilingan. Karena itu, ia meminta pemerintah melakukan intervensi.