Kamis , 07 December 2017, 11:47 WIB

Kadin: Pemerintah Harus Antisipasi Dampak Negatif Tol Soroja

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Nur Aini
Republika/Edi Yusuf
Usai diresmikan, sejumlah kedaraan mulai memasuki Tol Soroja (Soreang-Pasirkoja) dari arah pintu Tol Soreang, Kabupaten Bandung, Senin (4/12).
Usai diresmikan, sejumlah kedaraan mulai memasuki Tol Soroja (Soreang-Pasirkoja) dari arah pintu Tol Soreang, Kabupaten Bandung, Senin (4/12).

REPUBLIKA.CO.ID,SOREANG -- Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Kabupaten Bandung mengungkapkan dibukanya Tol Soreang-Pasirkoja (Soroja), Senin (4/12) oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) memiliki dampak yang menguntungkan juga merugikan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah.

"(Tol Soroja) masih belum bisa dirasakan oleh masyarakat untuk perkembangan ekonomi, pertama membutuhkan adaptasi," ujarnya Wakil Ketua Kadin Kabupaten Bandung, Yus Hermansyah kepada Republika.co.id, Kamis (7/12).

Ia menuturkan, dampak pembukaan Tol Soroja mempunyai keuntungan dan kekurangannya. Keuntungannya, jarak tempuh kendaraan Bandung-Soreang sekarang lebih dekat. Namun, kekurangannya, para pelaku usaha di jalur Kopo-Soreang akan terkena dampak karena kendaraan yang biasa melewati jalur tersebut beralih ke tol.

Menurutnya, adanya Tol Soroja mengalihkan perekonomian dari seputar Kopo-Soreang ke arah ujung tol gerbang tol Soreang. Pemerintah dinilainya harus segera memikirkan dampak tersebut agar tidak ada pelaku usaha yang mengalami gulung tikar.

"Banyak contoh, saat Cipularang dibuka dampak perekonomiannya. Pada jalur yang biasa dilewati kendaraan banyak usaha kecil menengah gulung tikar seperti kerajinan dan pelaku usaha tape," ungkapnya.

Yus mengatakan pemerintah harus segera melakukan pembinaan dan mengantisipasi dampak perekonomiannya. Selain itu, harus terus dilakukan sosialisasi terhadap masyarakat lokal agar siap menerima lonjakan pengguna lalu lintas di Tol Soroja.

Pemerintah Kabupaten Bandung dinilai juga harus bekerja sama dengan beberapa pihak untuk mempersiapkan sentra-sentra pelaku usaha UMKM agar lebih menggeliat perekonomian masyarakat kecil.

Selain itu, menurutnya, pembukaan Tol Soroja terkesan terlalu dipaksakan untuk diresmikan. Sementara infrastruktur pembangunannya sendiri belum siap, hal itu berdampak salah satunya banyak kendaraan yang memutar balik karena tidak bisa ke Gerbang Tol Pasirkoja.