Selasa , 05 December 2017, 00:15 WIB

Harga Telur Ayam di Kota Cirebon Melonjak Tajam

Red: Budi Raharjo
Republika/Agung Supriyanto
Telur ayam (ilustrasi)
Telur ayam (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID,CIREBON -- Harga telur ayam di pasar tradisional di Kota Cirebon melonjak tajam. Kondisi itupun dikeluhkan ibu rumah tangga.

Berdasarkan pantauan di Pasar Pagi, Kota Cirebon, harga telur ayam saat ini mencapai Rp 24 ribu per kilogram (kg). Padahal, dua pekan lalu harganya masih di kisaran Rp 19 ribu sampai Rp 20 ribu per kg. "Naiknya bertahap. Tapi cepat," ujar salah seorang penjual telur di pasar tersebut, Deni, Senin (4/12).

Deni mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab naiknya harga komoditas tersebut. Dia mengatakan, kenaikan harga itu sudah terjadi di tingkat pemasok. Namun, kondisi tersebut memang biasa terjadi saat menjelang Natal dan Tahun Baru.

Selain telur, kenaikan harga juga terjadi pada ayam potong. Saat ini, harga ayam potong mencapai Rp 31 ribu - Rp 32 ribu per kg. Harga itu naik tipis dibandingkan sebelumnya yang mencapai Rp 29 ribu - Rp 30 ribu per kg. "Harganya sudah naik dari pemasoknya," terang seorang pedagang ayam, Dewi.

Dewi menyatakan tidak mengetahui penyebab kenaikan harga komoditas ayam itu. Namun, dia juga mengakui, kenaikan harga tersebut biasa terjadi saat menjelang Natal dan Tahun Baru.

Sementara itu, naikanya harga komoditas itu, terutama telur ayam, dikeluhkan para ibu rumah tangga. Pasalnya, kenaikan harga itu membuat mereka harus merogoh kocek lebih dalam.

Seperti yang diungkapkan salah seorang ibu rumah tangga asal Kecamatan Kejaksan, Nurul. Dia menyatakan, telur merupakan komoditas wajib yang harus selalu tersedia di dalam lemari es di rumahnya.

Saya selalu sedia telur di rumah karena praktis untuk menjadi lauk pauk. Tapi kalau harganya naik seperti ini kan jadi nambah pengeluaran, keluh perempuan yang ditemui sedang berbelanja di Pasar Pagi itu.