Senin , 04 December 2017, 11:06 WIB

Tol Soroja Bisa Timbulkan Macet, Jabar Bangun Jalan Lagi

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Nur Aini
Antara/Novrian Arbi
Truk melintasi ruas jalan proyek Tol Soreang-Pasir Koja (Soroja) di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Jumat (27/10).
Truk melintasi ruas jalan proyek Tol Soreang-Pasir Koja (Soroja) di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Jumat (27/10).

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Tol Soreang-Pasirkoja (Soroja) akan diresmikan Presiden RI Joko Widodo, Senin (4/12) ini. Namun, keberadaan jalan tol ini masih harus ditunjang dengan pelebaran akses penghubung antara gerbang tol dengan jalan umum, juga pelebaran badan jalan di sekitarnya.

Hal ini karena, menurut Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat, Guntoro, penyempitan jalan atau bottle neck menuju jalan raya ini dikhawatirkan akan menimbulkan titik kemacetan baru di sekitar Soroja. Oleh karena itu, kata Guntoro, untuk mengantisipasi kemacetan di exit tol, Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah membangun jalan penghubung antara Gerbang Tol Soreang sampai Jalan Alfathu atau gerbang Kompleks Kantor Pemerintah Kabupaten Bandung. Jalan penghubung ini, memiliki panjang 800 meter dan lebar sampai delapan lajur. Pembangunan jalan akses ini bertujuan mengurai kepadatan kendaraan yang menuju arah Soreang dan Ciwidey.

"Pembangunan akses pendukungnya sedang berjalan terus. Sekarang ini sudah sampai akses Gerbang Tol Soreang ke arah Pemkab Bandung. Sepanjang 800 meter itu bantuan Pemprov Jabar, termasuk pembebasan lahannya," ujar Guntoro kepada wartawan di Gedung Sate, Senin (4/12).

Guntoro mengatakan, biaya pembangunan jalan penghubung ini dari Pemprov Jabar. Nilainya, mencapai Rp 35 miliar. Anggarannya, di 2018 nanti akan ada pembahasan dan akan dihitung dulu. Tol Soroja, memiliki lima gerbang tol, yakni Soreang, Margaasih Barat, Margaasih Timur, Kutawaringin Barat, dan Kutawaringin Timur. Selain akses Soreang, pelebaran pun sedang direncanakan di empat akses gerbang tol lainnya.

"Memang ada masalah bottle neck, tapi sambil berjalan kita benahi terkait exit-exit tol. Yang penting jalan dulu lancar, ada penyebaran arus," katanya.

Menurut Guntoro, nantinya selepas Gerbang Tol Soroja, jalan berlanjut ke arah Ciwidey sampai Cidaun sepanjang 170 kilometer. Pemprov Jabar, terus berupaya melebarkan ruas jalan tersebut supaya bisa menjadi akses utama ke selatan Jabar selain jalur Pangalengan.

Pembangunan Soroja ini, kata dia, akan mengatasi kemacetan ke arah selatan. Jadi, sekaranh Kabupaten Bandung menjadi tidak terpencil lagi. "Kalau dulu butuh waktu 3 jam dari Kota Bandung ke Soreang, sekarang 10 menit saja," katanya.